Showing posts with label Oase Iman. Show all posts
Showing posts with label Oase Iman. Show all posts

Semua sudah ada takarannya

12:33

Jodoh, rejeki, sudah ada catatannya di lauhul mahfudz, tinggal kita mau dengan cara yg halal atau haram untuk Meraihnya; hasilnya juga tetap sama, yang beda adalah pada rasa dan berkahnya. Jadi bebas Anda mau pilih cara yang mana. 

Menjemput atau Dijemput Maut

13:58
Seringkali saya melihat sebuah peristiwa di jalan raya yang sangat memilukan. Sebuah peristiwa kecelakaan lalu-lintas. Biasanya antara sebuah sepeda motor dan sebuah mobil. Baik mobil angkutan umum maupun kendaraan berat lainnya.

Peristiwa yang sering terjadi ini, karena si pengendara motor yang mengejar waktu, agar tidak terlambat ke tempat tujuannya. Atau juga sopir angkot yang tergesa-gesa langsung meminggirkan kendaraan di sebabkan adanya penumpang yang tiba-tiba minta di turunkan secara mendadak. Hingga kendaraan yang dari arah belakang mobil, harus berhenti atau mendadak mencari celah agar tidak menabrak angkot di depannya.
Jika kecelakaan itu mengakibatkan manusia kehilangan nyawanya, maka bisa dikatakan ada dua kesimpulan yang bisa diberikan pada si mayat. Bila dia mengendarai kendaraannya karena sifat ketergesaan dan tidak mematuhi peraturan lalu-lintas, maka tentu saya bisa memberikan kesimpulan bahwa dialah yang menjemput maut. Karena dia lalai untuk berjalan sesuai prosedur berlalu-lintas.

Lain lagi bila si korban adalah orang yang bersikap sebaliknya. Dia berusaha untuk patuh berlalu-lintas di jalan raya dan bersikap hati-hati dalam mengendarai kendaraannya. Maka kesimpulan yang bisa di berikan : dia di jemput oleh maut.

Menjemput dan di jemput maut, memang sama-sama berakhir pada hilangnya nyawa seseorang. Tapi perlu di waspadai, bila kitalah yang mendatangi maut, maka bisa saja itu berkonotasi bunuh diri.( terkecuali bila kita datang menjemput maut untuk meraih syahid di jalan Allah, ).

Seperti seseorang yang suka memakan sesuatu yang tidak boleh dimakannya, karena alasan penyakitnya. Penyakit seperti tekanan darah tinggi, yang harus memerhatikan kadar garam yang di konsumsinya, misalnya Ataupun seorang perokok yang tahu bahwa asap rokok membahayakan jiwanya sendiri dan orang di lingkungannya.

Hal-hal kecil yang nampak sepele untuk kita abaikan, mungkin akan berakibat fatal akan kesehatan kita. Memang sih urusan maut, Allah Swt. yang mempunyai wewenang. Tapi, kita sebagai manusia yang diciptakan dengan akal yang baik, tentu saja harus tahu apa yang boleh dilakukan untuk menjaga kesehatan.
Ada sebuah kisah yang menyedihkan. Seorang karyawan sebuah perusahaan yang bertugas sebagai sopir kendaraan mengangkut karyawan pagi dan sore hari. Pada suatu pagi ( mungkin masih jam enam ), dia memarkir mobilnya di sebuah pinggir jalan raya. Penempatan mobilnya sesuai aturan. Hingga ada seorang anak muda dari arah yang berlawan arah dengan arah mobil yang di parkir. Anak muda ini mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi. Apa yang terjadi? Dia menabrak mobil yang sedang diam tersebut, yang akhirnya membuat pengendara motor tersebut meninggal dunia, dan orang yang diboncengnya luka parah.
Bagaimana komentar orang? Mereka menyesalkan sikap anak muda tersebut. Terlihat baru pulang dari begadang. Ternyata motor yang dikendarainya pun adalah pinjaman. Tapi naas bagi sopir mobil tersebut. Dia tetap harus masuk penjara untuk beberapa bulan. Saya juga tidak tahu persis bagaimana proses hukumnya. 

Tapi yang jelas anak muda yang telah lalai menaati peraturan lalu lintas itu, selain menjemput mautnya sendiri ternyata membuat orang lain juga menderita.

Oleh karena menjemput dan di jemput maut adalah sama pada akhirnya, ternyata berbeda pada prosesnya. Yah sebuah proses yang terjadi tergantung pada manusianya. Apakah memang dia selalu berhati-hati, ataukah memang dia sendiri lalai..

Semoga tulisan ini dapat membuat kita dapat lebih berhati-hati dalam bersikap, terutama dalam hal mengendarai kendaraan. Karena yang kita inginkan adalah maut sendiri yang menjemput kita tentunya.

Ambe.mardiah@gmail.com 
[eramuslim.com]
Saat Tidak Semua Ayah Seperti Aa Gym

Saat Tidak Semua Ayah Seperti Aa Gym

14:13

Akhir-akhir ini kita dibuat takjub dengan pernikahan putri seorang ulama negeri ini. Pernikahan yang hanya memakan waktu singkat, dengan proses cepat dan tepat. Tak perlu hitungan bulan bahkan tahun. Tanpa awalan pacaran seperti trend anak muda jaman sekarang. Semua proses dijaga dalam koridor yang baik.
Saat Tidak Semua Ayah Seperti Aa GymHal yang disayangkan adalah, contoh baik seperti ini tidak banyak diliput oleh media kebanyakan. Hal ini sangat berbeda ketika yang menikah adalah artis. Gelaran mewah mulai dari lamaran hingga pernikahan disiarkan langsung berhari-hari. Menjadi topik terhangat yang disajikan setiap hari di televisi.
Sebagai perempuan, tentu menyenangkan dan menenangkan apabila orang tua kita cukup faham kewajibannya dalam hal satu itu. Seperti Aa Gym yang memilihkan suami yang baik untuk putrinya.
Aa Gym memilih dengan standar agama. Bukan tentang anak siapa. Apa pekerjaannya. Bukan pula hanya tentang rupawan parasnya. Tapi tentang agamanya. Seperti yang kita tahu, menantu beliau adalah seorang hafidz. Baik akhlaknya dan tidak banyak bicara.
Siapa yang tidak ingin begitu?Lahir di keluarga ulama yang terjaga. Tinggal di lingkungan beraroma ilmu surga. Namun bukankah takdir setiap orang berbeda-beda? Masih banyak ayah-ayah diluar sana yang tidak seperti  Aa Gym. Lebih memilih menggunakan pertimbangan materi sebagai salah satu syarat utama untuk menikahkan putri-putrinya.

Tidak jarang kita temukan orang tua di luar sana yang lebih dulu menanyakan apa pekerjaan laki-laki yang datang meminang putrinya, bukan dimana tempat ngajinya. Bukan berapa hafalannya. Atau minimal, berjamaahkah sholat wajibnya.

Banyak ayah yang lebih tertarik untuk menanyakan berapa mahar yang akan diberikan saat ijab dan qobul, dibanding dengan menilai pemikiran laki-laki yang datang ke rumahnya. Parahnya ini seperti lingkarang syetan yang berputar.  Para laki-laki menjadi lebih mementingkan materi dibandingkan ilmu agamanya. Alasannya klise, menganggap para calon mertua akan bungkam dan mudah memberikan ijin apabila dia datang bersama kesuksesan materi.  Disisi lain banyak laki-laki baik tidak cukup punya nyali untuk bertemu orang tua si perempuan dengan alasan belum mapan. Tidak ada biaya walimah. Selanjutnya yang terjadi adalah hubungan yang tidak jelas dan berkepanjangan antara si perempuan dan laki-laki.

Ini menjadi evaluasi kita bersama. Saat tidak semua ayah tidak seperti Aa Gym. Ketika tata cara yang Rosul ajarkan tidak lagi digunakan sebagai panutan. Maka bagi kita semua baik yang sudah menjadi orang tua dan belum, mari sama-sama berjanji untuk menjadi orang tua yang amanah dengan putra putrinya. Terutama kepada para orang tua yang mempunyai putri, mari sama-sama berjanji untuk menjadi perantara terbaik mengantarkannya menuju pernikahan yang berkah dan diberkahi.[fimadani.com]
Keluarga Sakinah… Oh Indahnya…

Keluarga Sakinah… Oh Indahnya…

08:42
Oleh : Syaripudin Zuhri

Dalam kehidupan sehari-hari, di dalam keluarga atau di dalam pergaulan bermasyarakat, sering kita lupa memanjatkan puji syukur kepada Allah SWT yang telah menganugerahkan kepada kita semua, nikmat yang tak terhitung banyaknya.

sakinahDari mulai seluruh anggota tubuh kita yang berfungsi dengan baik sampai dengan seluruh rejeki yang telah kita terima, dan rejeki itupun bukan hanya harta yang berupa uang, tapi juga keluarga. Suami bagi istri, istri bagi suami dan anak dalam sebuah keluarga adalah rejeki yang patut di syukuri. Bahkan istri yang sholeha adalah perhiasan yang paling indah di dunia ini, yang wajib disyukuri!
Istri yang baik bukan saja rakhmat di dunia ini, tapi juga di akherat. Dan Umar bin Khattab pernah berkata :

“ Setelah Iman tidak ada rakhmat yang bisa menyamai istri yang baik “ Di dalam keluarga yang sakinah, di saat duduk berdua dan suami bersikap baik terhadap istrinya juga sebaliknya adalah suatu perbuatan yang memberikan rasa santai kepada pikiran setelah asyik mengerjakan tugas-tugas duniawi maupun ukhrowi. Dan setelah santai seperti itu seseorang bisa kembali beribadah dengan semangat baru.
Kedudukan istri dalam agama sangat penting, Nabi bahkan pernah bersabda, ketika Umar bin Khattab bertanya,

“Apakah yang paling penting untuk di cari dalam dunia ini?”
Berliau menjawab : “ Lidah yang selalu berdzikir kepada Allah, hati yang penuh rasa syukur dan istri yang amanat”

Bayangkan yang paling penting di cari di dunia ini menurut Nabi ada tiga: Pertama Allah, kedua hati dan ketiga istri! Maka berbahagialah jika seorang istri sudah mempunyai sipat yang amanat, lembut dan sholeha, apa lagi diimbangi dengan kecantikan lahir batin, wah asyik tuh! Pokoknya suami betah deh di rumah!
Suami yang bersikap sabar terhadap seribu satu macam masalah kewanitaan atau istri adalah bagian yang amat penting bagi agama. Nabi bersabda : “ Memberi nafkah kepada istri lebih penting daripada memberi sedekah “ Ini bukan berarti sedekah ditinggalkan. Suami mencari nafkah dan itu wajib artinya bila dikerjakan mendapat pahala dan bila ditinggalkan berarti berdosa!

Sedangkan istri di rumah mengatur rumah tangga dengan sebaik-baiknya adalah wajib. Ada bahaya yang sangat besar jika seorang suami memperlakukan istrinya dengan kasar, sehingga manimbulkan dosa bagi dirinya. mengapa? Karena hak-hak wanita atas laki-laki persis sama dengan hak-hak laki-laki atas wanita.

Lalu sifat apakah yang mesti dicari pada diri seorang istri? Imam Al Ghazali mengatakan :
Pertama, Kesucian akhlaknya. Jika seseorang mempunyai istri yang berakhlak tidak baik dan tetap diam, ia mendapat nama yang buruk dan terganggulah kehidupan keagamaannya. Jika ia angkat bicara, hidupnya menjadi rusak. Dan bila ia ceraikan istrinya, ia akan menderita kepedihan. Seorang istri yang cantik tapi berakhlak buruk adalah bencana yang besar bagi suatu keluarga. Dan nabi Mengingatkan : “ Orang yang mencari istri demi kecantikannya atau kekayaannya akan kehilangan keduanya “

Kedua, tabiat yang baik. Istri yang bertabiat buruk- tidak berterima kasih, suka menggunjing atau angkuh, membuat beban hidup semakin berat dan merupakan halangan besar untuk menjalani kehidupan yang penuh taqwa.

Ketiga, kecantikan. Karena hal ini akan meimbulkan cinta dan kasih sayang. Kecantikan bukan hanya lahiriahnya saja, lebih utama adalah kecantikan batiniah, sehingga terpancar di wajahnya kelembutan, keikhlasan, kesabaran yang penuh penuh ridho dan diridhoiNya. Istri yang batiniah cantik akan diberikan tambahan petunjuk olehNya, sehingga apapun yang terjadi, ia akan tetap tabah dan tetap bersandar pada panji-panji Illahi robbi. tidak mudah gamang, tidak mudah putus asa terhadap rakhmat Allah. Dan hatinya selalu bersyukur atas segala karunia Allah betapun kecilnya.

Dan apakah yang dicari dalam diri Suami ?
Pertama; Suami bersikap baik pada istrinya dan sabar atas tingkah laku istri yang mungkin dirasakan kurang enak di hati. Hal ini di sabdakan oleh Nabi saw : “ Seseorang yang mampu menanggung ketidakenakan yang ditimbulkan oleh istrinya dengan penuh kesabaran akan memperoleh pahala sebesar yang diterima oleh Nabi Ayub as atas kesabarannya menanggung bala(ujian) yang menimpanya “.

Kedua; Suami ikhlas terhadap kreasi dan kesenangan istri dan tidak menghalanginya, selama tidak melanggar prinsif-prinsif Agama. Dan orang bijak pernah berkata : “ Seorang suami mesti pulang dengan tersenyum dan makan apa saja yang tersedia dan tidak meminta yang tidak tersedia “ Mengapa ? Istri sudah susah payah mencari bahan-bahan makanan dan mengolahnya, apa lagi di Moskow , berburu sampai ke pasar Vietnam, dingin-dingin lagi!

Ketiga; Seorang suami memberikan nafkah secukupnya dan tidak bersikap kikir kepada istrinya. Nabi bersabda : “ Seorang laki-laki yang memberikan satu dinar untuk berjihad, satu dinar untuk menebus budak, dan satu dinar untuk sedekah lalu memberikan satu dinar lagi untuk istrinya, maka pahala pemberian yang terakhir ini melebihi jumlah pahala ketiga pemberian lainnya “. Subhanallah.

Keempat; Suami tidak boleh memakan sesuatu yang lezat sendirian. Jika tidak ada tamu, pasangan suami istri untuk makan bersama, karena Nabi saw bersabda : “ Jika mereka melakukan hal itu, Allah akan menurunkan rakhmatNya atas mereka dan malaikat pun berdoa untuk mereka”.


Moskow, 12 Jumadil Awwal 1436 H/3 Maret 2015

sumber : eramuslim.com
Beratnya Memakai Jilbab

Beratnya Memakai Jilbab

14:01
Pada masa remaja dan saat menjadi seorang pria dewasa muda, yang jauh dari Allah, saya suka berbuat iseng, mengganggu, dan meledek teman-teman saya yang memakai jilbab. Pada saat itu masih sangat sedikit wanita yang menggunakan jilbab dalam kehidupan sehari-hari. Ketika itu, wanita yang menggunakan jilbab dipandang sebagai orang-orang yang ikut aliran tertentu.

wanita berjilbabPada saat kehidupan saya mulai dekat dengan Allah, saya baru menyadari betapa jahiliyah-nya saya ketika itu. Saya baru sadar, bahwa ternyata berjilbab bagi wanita merupakan kewajiban yang tercantum dalam Al-Qur’an. Jadi berjilbab (menutup aurat) bagi wanita sama wajibnya seperti perintah sholat, puasa, dan ibadah lainnya.

Ketika saya mendekatkan diri dengan Allah dan berjuang menjauhi semua maksiat yang pernah saya lakukan, saya benar-benar meniatkan diri untuk menjadi Muslim yang kaffah. Setelah saya berangkat haji tahun 1995, dan mendapatkan pengarahan dari “guru” saya, saya meniatkan untuk meninggalkan bank konvensional tempat saya bekerja hingga terwujud 4 tahun kemudian (tahun 1999) untuk resign dari bank konvensional tersebut. Demikian pula saya ingin penampilan isteri saya berubah dari memakai pakaian konvensional menjadi memakai pakaian yang syariah. Namun ternyata tidak mudah untuk mewujudkan hal tersebut. Isteri saya yang sudah terbiasa memakai pakaian konvensional dan lingkungan serta keluarganya yang juga terbiasa memakai pakaian konvensional sejak dia kecil hingga menjadi isteri saya, membutuhkan perjuangan yang berat dan panjang hingga benar-benar mantap memakai pakaian yang sesuai syariah.

Isteri saya baru siap berpakaian syariah dengan jilbab setelah 6 tahun pulang dari tanah suci. Isteri saya pergi ke Makkah pada tahun 1997 bersama saya yang masih bekerja di bank konvensional saat itu. Pulang dari Makkah, isteri saya masih belum siap untuk memakai jilbab. Dia baru mampu menggunakan pakaian yang cukup tertutup. Berbagai alasan yang menguatkan isteri saya untuk tidak siap berjilbab. Hal utama yang menguatkan untuk tidak berjilbab adalah rasa percaya diri (PD) yang rendah untuk memakai jilbab. Dia merasa wajahnya tidak pas untuk bejilbab. Ada saja rasa kurang setiap kali memakai jilbab. Padahal di mata saya, isteri saya tambah cantik saat memakai jilbab. Namun dia tetap tidak PD berjilbab. Namun akhirnya setelah dengan niat yang mantap di hati isteri saya, dia berhasil pada kuartal ketiga 2003 memakai jilbab sebagai pakaiannya sehari-hari hingga hari ini.

Alasan tidak PD untuk berjilbab bukan hanya menimpa isteri saya saja, tetapi juga kakak perempuan saya satu-satunya, serta isteri-isteri saudara-saudara laki-laki saya. Namun, alhamdulillah, setelah mereka berniat dengan mantap dengan dorongan suami-suami mereka, akhirnya saat ini mereka telah menggunakan jilbab. Saya sangat bahagia melihat photo keluarga besar saya yang lengkap pada Idul Fitri tahun lalu (1428 H), semua wanita dewasa memakai jilbab dalam photo tersebut. Photo itu adalah photo keluarga terakhir yang lengkap bersama Ibunda kami (3 bulan setelah itu Ibunda berpulang ke rahmatullah). Photo tersebut sangat berbeda dengan photo keluarga kami pada tahun 2002 yang hampir semua wanitanya tidak menggunakan jilbab.

Di sisi lain, banyak pula wanita yang sudah punya kesadaran penuh untuk berjilbab, namun banyak tantangan yang harus mereka hadapi untuk dapat menggunakan jilbab dalam kehidupan sehari-hari. Betapa banyak wanita yang ingin berjilbab tetapi mempunyai kendala karena tempat kerjanya yang tidak dapat menerima pegawai yang berjilbab. Mereka benar-benar merindukan lingkungan yang dapat menerima mereka berjilbab secara utuh.

Pengalaman isteri dan saudara-saudara saya yang berat untuk menggunakan jilbab baik karena tidak PD maupun lingkungan yang tidak mendukung, membuat saya sedih setiap melihat adanya pegawai lembaga syariah yang hanya berjilbab pada hari dan jam kerja saja. Menurut pendapat saya pribadi, sungguh sangat sayang jika 5 hari dalam sepekan dan 10 jam dalam hari-hari tersebut menggunakan jilbab karena tuntutan pekerjaan. Dan membuka jilbab di depan umum pada 2 hari lain dalam satu pekan. Betapa sayangnya kesempatan yang dimiliki untuk dapat mematuhi perintah Allah terbuang sia-sia. Mengapa masih ada pegawai lembaga syariah tidak mampu menggunakan jilbab hanya 2 hari sepekan dan beberapa jam di hari-hari lain, padahal lingkungan sudah mendukung. Mengapa mereka lebih takut pada peraturan perusahaan yang mewajibkan mereka berjilbab saat bekerja, dibandingkan takut dengan perintah Allah untuk menutup aurat dengan berjilbab setiap saat?

Entahlah, mungkin saya yang terlalu hipokrit karena dahulu hidup saya jauh dari Allah. Sehingga ketika kehidupan saya mendekat kepada Allah, saya merasa sangat sayang jika ada orang-orang yang punya kesempatan dekat dengan Allah, tetapi tidak mengikuti perintah Allah secara kaffah.

Wallahualam bishowab.

sumber : eramuslim

Generasi Menunduk

13:59
Berbicara tentang menunduk dalam ajaran agama pasti yang umum kita pahami adalah menunduk dalam artian mengendalikan diri dari sifat sifat sombong dan berbangga diri; menunduk identik dengan sikap tawadhu’ (sikap merendah tanpa menghinakan diri; Red)
Generasi Menunduk, menunduk bukan karena tawadhu, bukan pula ghodul bashor 
Berikut beberapa ayat-ayat Al Quran yang menegaskan perintah Allah SWT  untuk senantiasa bersikap tawadhu’ dan menjauhi sikap sombong, sebagai berikut :
 ”Dan janganlah kalian berjalan di atas bumi ini dengan menyombongkan diri, karena kalian tidak akan mampu menembus bumi atau menjulang setinggi gunung” (QS al-Isra-37). 
Firman Allah SWT lainnya:  ”Negeri akhirat itu Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak menginginkan kesombongan di muka bumi dan kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa (QS al-Qashshash-83.)
Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan. (QS. Al Furqaan: 63)
Tidak diragukan lagi bahwa Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong. (QS: an-Nahl: 23)
Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan. (QS: al-A’raf: 40)

Menunduk dalam pengertian lain adalah bersikap godhul bashor atau menahan pandangan;  ya kita diminta untuk memalingkan pandangan dari hal hal yang diharamkan oleh Allah SWT, misal lawan jenis yang bukan mahrom.

Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka Menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah Menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.( Al-Qur’an surat an-Nur ayat 31)
Tapi pada tulisan ini yang saya maksud generasi menunduk bukanlah dua hal yang tersebut diatas, menunduk yang saya maksud adalah yang dalam kamus bahasa Indonesia artinya adalah sikap condong ke depan dan ke bawah (kepala atau muka); Generasi yang lebih asyik menunduk melihat dan bermain-main dengan gadgetnya.
Sejak boomingnya gadget murah kelas low end dengan bermacam Sistem Operasi seperti sekarang, kita hampir tiap waktu, tiap kesempatan dan disetiap tempat menyaksikan remaja usia sekolah sedang asyik dengan gagdet yang dipegangnya, entah itu laptop, Ipad, Ponsel dll. Ada yang tersenyum, ada yang mukanya sedih, ada yang manyun, ada yang muka serius menatap perangkat ditangannya. Mereka bisa tersenyum dengan gadget di tangannya. Tapi dengan yang duduk di sebelahnya jangankan tersenyum, melihatpun sepertinya enggan. Kita sering menyaksikan remaja begitu asyiknya dengan dunianya sendiri; acuh pada lingkungan sekitar, acuh pada orang disebelahnya walaupun yang disebelahnya itu adalah orang tuanya sendiri.  
Inikah era modern itu ? Sudah tipisnya rasa sosialisasi dengan orang-orang terdekat kita. Teman, sahabat dan mungkin juga orang yang baru di kenal dengan jarak bermil-mil seperti begitu dekat dengan kita. Sedang yang di sebelah kita kadang terabaikan.

Dan yang membuat miris, sepertinya remaja sekarang lebih cenderung adiktif (kecanduan)  sekali dengan gadget. Di kendaraan umum, di tempat umum, di jalan dan dimanapun tempat hampir saja kita temui semua orang asyik dengan dunia barunya tersebut. Bisa dikatakan benar juga, jika ada orang bilang bahwa generasi sekarang ini adalah generasi menunduk. Generasi yang lebih asyik menunduk melihat dan bermain-main dengan gadgetnya. Sebenarnya tidak semua dampak dari berkembangnya teknologi itu negatif, tetapi jika jika kita perhatikan kalau seperti itu teramat miris di buatnya.

Allahu robbi jadikanlah keluarga dan anak cucu kami menjadi generasi yang benar benar menunduk. Menunduk karena tawadhu, menunduk karena ghodul bashor. Aamiin .

Sumber : http://catetanonline.blogspot.com/2015/02/generasi-menunduk.html
Pelajaran dari Air

Pelajaran dari Air

13:41
Saya sangat terpengaruh dengan buku-buku yang ditulis Dr. Masaru Emoto. Dia adalah penemu kristal air yang menakjubkan itu. Apa yang diuraikannya itu memberikan pencerahan kepada saya tentang adanya pola hubungan antara jiwa dan raga.
Emoto-Front-New-426x300Saya membaca bahwa air-air yang diucapkan doa dan kata-kata baik akan membentuk kristal yang sangat indah. Saya kemudian mempraktekkannya pada air yang akan saya minum. Saya berdoa sebelum meminumnya dan saya meyakini bahwa segala penyakit dan racun-racun yang ada dalam diri saya akan sirna ketika saya meminum air itu. Walaupun saya tidak dapat melihat efek dari doa saya tersebut pada air, tapi saya meyakini bahwa air dapat memberikan saya apa yang saya inginkan itu. Jika diteliti sesuai dengan penelitian Masaru Emoto, saya yakin air itu akan memberikan manfaatnya untuk kesehatan tubuh saya.
Saya juga membaca buku Thibbun Nabawi (kedokteran Nabi) karya Imam Ibnul Qayyim. Di buku itu dituliskan bahwa Nabi Muhammad Saw. menggunakan air doa sebagai medium kesembuhan si sakit. Saya melihat, penemuan Dr. Masaru Emoto memiliki korelasi dengan apa yang diajarkan Nabi selama ini.
Ketika banyak orang tertarik dengan kristal-kristal air yang telah ditemukannya, Dr. Masaru Emoto mengatakan bahwa hal itu terjadi karena air merupakan misteri kehidupan. Mereka yang berhasil mengungkap rahasia di balik air, berarti telah menyingkap misteri kehidupan. Allah Swt. berfirman, “Dan Kami ciptakan dari air segala sesuatu yang hidup…” (QS. Al-Anbiya [21]: 30).
Dalam penelitian Masaru Emoto, semakin jelas terlihat bahwa kualitas air dapat menjadi lebih baik atau lebih buruk, bergantung pada informasi yang diterimanya. Hal ini membuatnya yakin bahwa kita, manusia, juga dipengaruhi oleh informasi yang kita terima karena 70% tubuh manusia dewasa adalah: Air.
Pada konsep terbentuknya manusia, telur yang dibuahi 96%-nya adalah air. Setelah lahir, 80% tubuh seorang bayi adalah air. Semakin tubuh manusia berkembang, persentase air berkurang dan menetap sampai batas 70% ketika manusia mencapai usia dewasa. Dengan kata lain, selama ini kita hidup sebagai air. Jadi, sebenarnya manusia adalah air.
Kita juga dapat mengatakan bahwa awal kehidupan di mulai dari air dan akan berakhir dengan air. Fetus yang berkembang dalam rahim seorang ibu menggambarkan proses tahapan diri kita – yang berasal dari “laut” hingga terbentuk manusia. Cairan amnion dalam kandungan ibu mempunyai komponen yang mirip dengan komponen yang ada pada air laut. Selanjutnya, fetus menunggu waktu kelahirannya dalam “lautan” di rahim ibu dengan bernafas melalui plasenta.
Karena kualitas air bergantung pada informasi yang diterimanya, konsekuensi logisnya adalah manusia – sebagai makhluk yang sebagian besarnya terbentuk dari air – sudah seharusnya diberikan informasi yang baik. Jika kita melakukan hal ini, pikiran dan tubuh kita akan menjadi sehat. Di pihak lain, jka kita menerima informasi yang buruk, kita akan merasakan sakit.
Mari kita renungkan gambaran singkat tentang air yang telah dijelaskan di atas. Semoga hari ini apa yang kita lakukan jauh lebih baik dari hari kemarin. Mari kita berkata-kata positif kepada orangtua kita, saudara-saudara kita, sahabat-sahabat kita, pasangan hidup kita, anak-anak kita. Karena apa yang kita katakan kepada mereka sangat mempengaruhi jiwa mereka. Dengan hasil penemuan yang menakjubkan ini, semoga tidak ada lagi kata-kata kasar, merendahkan, dan menghinakan orang lain. Seperti halnya air, manusia akan terlihat lebih anggun dan mulia dengan akhlak yang baik dan akan terlihat buruk jika berakhlak tercela.

Dunia Yang Serba Tak Terasa

14:18
 
Mungkin kita hanya hidup 60 tahun di dunia ini, sukacitanya hanya di 60 tahun itu, pedih deritanya pun hanya di 60 tahun itu.

Setelah itu, semuanya tiada kita meninggalkan dunia untuk pindah ke fase kehidupan yang asing bernama: AKHIRAT.
Berhentilah kita sesaat waktu di gerbang akhirat bernama: Alam Kubur.
Berapa lama engkau akan melewati hidupmu di sana? Entahlah. Hanya Allah yang tahu.

Tapi yang pasti, akan lebih lama dari usia duniamu, di sana engkau menanti Hari Kebangkitan.

Penantian itu akan kau lewati dalam sekeping taman surgamu Atau dalam himpitan siksa nerakamu!
“Alam kubur adalah terminal awal kehidupan akhirat.

Siapa yang dimudahkan di sana, maka untuk selanjutnya akan jauh lebih mudah.

Siapa yang dipersulit di sana, maka untuk selanjutnya akan jauh lebih berat.”
Begitu pesan Sang Nabi suatu ketika.
Dan perjalananmu selanjutnya masih terlalu jauh. Engkau akan lewati kehidupan yang 1 harinya setara dengan 50.000 tahun dunia.

Hingga engkau berakhir di Surga, atau di neraka. Duhai, apa artinya 60 tahun dengan 50.000 tahun itu? Apa artinya 60 tahun dengan keabadian itu?

“Dunia itu: seperti ketika seorang dari kalian Mencelupkan ujung jarinya ke dalam lautan yang luas.

Lalu saat ia menariknya, ia saksikan setetes air jatuh di ujung jarinya. Setetes air itulah dunia, dan laut yang luas itulah akhirat.” Demikian ingat Sang Nabi pada suatu waktu.
Maka tersadarlah jiwa yang papa ini: Betapa dunia ini tak ada rasa samasekali
Bagi mereka para perindu akhirat.

Kesenangannya tak terasa. Keperihannya pun tak terasa. Tapi begitulah dunia.
Engkau harus melewatinya untuk menuju akhirat.

Kebahagiaan abadimu ditentukan oleh Bagaimana engkau melewati 60 tahunmu di dunia.
“Allahumma sallim, sallim…”
Muhibbukum fiLlah,

Muhammad Ihsan Zainuddin


10 Tanda Datangnya Hari Kiamat Besar

10 Tanda Datangnya Hari Kiamat Besar

13:03
10 Tanda Datangnya Hari Kiamat Besar 
Dari Hudzaifah bin Usaid Al Ghifari Radhiyallahu ‘Anh, ia berkata, ‘Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memperhatikan kami sewaktu kami saling berbincang. Beliau bertanya, ‘Apa yang sedang kalian perbincangkan?’ Mereka menjawab, ‘Kami menyebutkan hari kiamat.’ Beliau bersabda, ‘Sesungguhnya kiamat tidak akan terjadi sehingga kamu melihat sepuluh tanda.’ Lalu beliau menyebut asap, Dajal, binatang, terbitnya matahari dari tempat tenggelamnya (sebelah Barat), turunnya Isa bin Maryam ‘Alaihis Salam, Ya’juj dan Ma’juj, tiga longsor besar, longsor di Timur, longsor di Barat, dan longsor di semenanjung Arab. Yang akhir yang demikian itu adalah keluarnya api yang keluar dari Yaman yang menggiring manusia ke tempat mahsyar mereka.’ (HR. Muslim no. 2901)

1. Keluarnya Dajjal
Dajjal adalah seorang laki-laki dari anak cucu  Adam ‘Alaihis Salam. Muncul di akhir zaman dan mengaku memiliki sifat rububiyah. Keluar dari Timur dari Khurasan. Kemudian ia berjalan di muka bumi, maka ia tidak meninggalkan satu negeri kecuali ia memasukinya, kecuali Masjidil Aqsha, Tursina, Makkah dan Madinah, ia tidak bisa memasukinya; karena malaikat menjaganya. Turun di danau asin, maka kota Madinah bergetar tiga kali, keluar darinya setiap orang kafir dan munafik.
Dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘Anh, ia berkata, ‘Kami sedang duduk di sisi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, lalu beliau menyebutkan fitnah, beliau banyak menyebutnya sehingga menyebutkan fitnah ahlaas. Ada yang bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apakah fitnah ahlaas itu?’ Beliau menjawab, ‘Ia adalah lari dan perang.’ Kemudian fitnah as-saraa, asapnya dari bawah dua kaki seorang laki-laki dari ahli baitku. Dia mengaku bahwa dia dariku dan dia bukanlah dariku, sesungguhnya wali-wali (kekasih-kekasihku) adalah orang-orang yang bertaqwa. Kemudian manusia berdamai di atas seorang laki-laki seperti pinggul di atas tulang rusuk. Kemudian fitnah Duhaima yang tidak membiarkan seseorang dari umat ini kecuali menamparnya satu tamparan. Apabila dikatakan: berakhir fitnah tersebut malah semakin panjang. Jadilah pada saat seseorang pagi hari beriman dan sore hari menjadi kafir sehingga jadilah manusia ke kemah-kemah, kemah iman yang tidak ada kemunafikan padanya dan kemah nifak yang tidak ada iman padanya. Apabila sudah seperti itu, maka tunggulah Dajjal dari harinya atau besoknya.’ (Shahih. HR. Ahmad no. 6168. Lihat as-Silsilah ash-Shahihah no. 974 dan Abu Daud no 4242 dan ini adalah lafazhnya, Shahih Sunan Abi Daud no. 3568)

Fitnah Dajjal
Keluarnya Dajjal adalah fitnah besar disebabkan apa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala ciptakan bersamanya berupa perkara-perkara di luar kebiasan yang besar, yang membingungkan akal. Disebutkan dalam hadits shahih bahwa bersamanya ada surga dan neraka. Nerakanya adalah surga dan surganya adalah neraka. Dan sesungguhnya bersamanya ada gunung roti, sungai air. Dia menyuruh langit (untuk menurunkan hujan) maka turunlah hujan. Menyuruh bumi (untuk menumbuhkan tumbuhan) maka tumbuhlah tumbuhan. Perbendaharan bumi mengikutinya. Melewati bumi dengan kecepatan besar seperti hujan bila dibawa angin.
Dia menetap di bumi selama empat puluh hari. Satu hari seperti setahun, satu hari seperti satu bulan, satu hari seperti satu Jum’at, dan semua harinya seperti hari-hari kita. Kemudian dia dibunuh oleh Isa bin Maryam ‘Alaihis Salam di sisi pintu ludd di Palestina.

Sifat Dajjal
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memperingatkan kita dari mengikuti Dajjal atau membenarkannya. Beliau menjelaskan kepada kita sifat-sifatnya agar kita berhati-hati darinya. Menjelaskan bahwa ia seorang laki-laki, muda, berkulit merah, buta sebelah matanya, tidak mempunyai anak, tertulis di antara kedua matanya ‘kafir’ yang bisa dibaca setiap muslim.
Dari ‘Ubadah bin ash Shamit Radhiyallahu ‘Anh, ia berkata, ‘Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Sesungguhnya Dajjal adalah seorang laki-laki pendek, berkaki bengkok, keriting, buta sebelah mata, terhapus mata, tidak menonjol dan tidak bermata cekung. Jika disamarkan kepadamu, maka ketahuilah bahwa Rabb kamu Subhanahu wa Ta’ala tidak buta sebelah matanya.’ (Shahih. HR. Ahmad no. 23144 dan ini lafadznya. Abu Daud no 4320, Shahih Sunan Abu Daud no.3630)

Tempat keluarnya Dajjal
Dari an-Nawwas bin Sam’an Radhiyallahu ‘Anh, ia berkata, ‘Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebutkan Dajjal dan padanya…: ‘Sesungguhnya ia keluar celah-celah di antara Syam dan Iraq. Berbuat kerusakan di kanan dan di kiri.’ (HR. Muslim no 2937.)
Tempat-tempat yang tidak bisa di masuki Dajjal
  1. Dari Anas Radhiyallahu ‘Anh, ia berkata, ‘Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Tidak ada satu kota melainkan akan diinjak oleh Dajjal kecuali Makkah dan Madinah.’ (Muttafaq ‘alaihi. HR. Al Bukhari no. 1881, dan Muslim no. 2942)
  2. Dari seorang laki-laki dari sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebutkan Dajjal dan tentangnya ia berkata:… dan ia tidak bisa mendekati empat masjid: Masjidil Haram, masjid Madinah, Masjid ath-Thuur, dan Masjidil Aqsha.’ (Shahih, HR. Ahmad no/ 24085. Lihat as-Silsilah ash-Shahihah no. 2934)
Pengikut-pengikut Dajjal
Kebanyakan pengikut Dajjal adalah kaum Yahudi, Ajam (bangsa selain arab), Turki, dan berbagai manusia, kebanyakannya dari bangsa Arab badui dan wanita.
Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anh, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Yang mengikuti Dajjal dari Yahudi Asfahan sebanyak 70.000 orang, mereka memakai jubah hijau (yang biasa dipakai ulama Persia).’ (HR. Muslim no. 2944.)

Menjaga dari fitnah Dajjal
Hal itu dengan cara beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, berlindung dari fitnah Dajjal di dalam shalat secara khusus dan berlari darinya: “Barang siapa yang hapal sepuluh ayat dari permulaan surah Kahfi niscaya ia dipelihara dari Dajjal.” Dan dalam satu lafazh: ‘Barang siapa yang menemuinya dari kamu, maka hendaklah ia menbaca pembuka surah Al Kahfi.” (HR. Muslim no. 8009 dan no. 2937)

2. Turunnya Isa bin Maryam
Setelah Dajjal keluar dan berbuat kerusakan di muka bumi, Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutus Isa bin Maryam ‘Alaihis Salam. Beliau turun ke bumi di sisi menara putih sebelah Timur Damaskus, meletakkan kedua telapak tangannya di atas sayap dua orang malaikat, lalu ia membunuh Dajjal, berhukum dengan hukum Islam, mematahkan salib, membunuh babi, meletakkan pajak, harta melimpah ruah dan hilangnya permusuhan. Dia menetap selama tujuh tahun dan tidak ada permusuhan di antara manusia. Kemudian ia meninggal dunia dan kaum muslimin menshalatkannya.


Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala mengirim angin dingin yang baik dari arah Syam (Siria) maka tidak tersisa lagi seseorang di atas muka bumi yang di hatinya masih ada sedikit kebaikan atau iman melainkan ia mematikannya. Dan tersisalah manusia-manusia yang jahat secepat burung (dalam melampiaskan syahwat dan kejahatannya) dan watak binatang buas (dalam kezaliman dan permusuhan). Melakukan persetubuhan sebagaimana yang dilakukan keledai. Kemudian syetan memerintahkan mereka menyembah berhala, dan atas mereka terjadi hari kiamat.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anh, ia berkata, ‘Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Demi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang diriku berada di Tangan-Nya, sudah dekat bahwa turun padamu Ibnu Maryam ‘Alaihis Salam sebagai pemimpin yang adil. Ia mematahkan salib, membunuh babi, meletakkan pajak, harta melimpah sehingga tidak ada seseorang yang menerimanya, sehingga satu kali sujud lebih baik dari dunia dan apa yang ada di dalamnya.”

Kemudian Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anh berkata: Bacalah jika kamu menghendaki:
Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka. (QS. An-Nisaa`:159) (Muttafaq ‘alaihi. HR. Al Bukhari 3448 dan ini adalah lafazhnya dan Muslim no. 155.)

3. Keluarnya Ya’juj dan Ma’juj
Ya’juj dan Ma’juj adalah dua umat yang besar dari keturunan Adam ‘Alaihis Salam. Mereka adalah laki-laki yang kuat, tidak ada seorang pun yang mampu melawan mereka. Keluarnya mereka termasuk salah satu tanda hari kiamat yang besar. Mereka berbuat kerusakan di muka bumi, kemudian Isa ‘Alaihis Salam dan para sahabatnya berdoa untuk kebinasaan mereka, maka mereka semuanya mati.
Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya’juj dan Ma’juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. (QS. Al Anbiyaa`:96)

Dari an-Nawwas bin Sam’an Radhiyallahu ‘Anh, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebutkan tentang Dajjal dan bahwa sesungguhnya Isa ‘Alaihis Salam membunuhnya di pintu Ludd… -dan di dalamnya-: ‘Tatkala Allah Subhanahu wa Ta’ala mewahyukan kepada Isa ‘Alaihis Salam: ‘sesungguhnya aku telah mengeluarkan hamba-hamba-Ku yang tidak ada seseorang pun yang bisa melawan mereka. Maka jagalah hamba-hamba-Ku ke (Gunung) Thur.’ Allah Subhanahu wa Ta’ala membangkitkan Ya’juj dan Ma’juj dan mereka turun dengan cepat dari setiap tempat yang tinggi. Yang terdepan dari mereka melewati danau Thabariyah, lalu minum semua yang ada padanya. Dan lewat yang akhir dari mereka, mereka berkata,’Sungguh di tempat ini pernah ada air.’ Nabi Isa ‘Alaihis Salam dan para sahabatnya dikepung sehingga kepala sapi lebih baik bagi salah seorang dari mereka dari seratus dinar bagi salah seorang dari kalian pada hari ini (karena sangat kelaparan-pent). Maka Nabi Isa ‘Alaihis Salam dan para sahabatnya berdoa. Lalu Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutus ulat di leher mereka, lalu mereka semua terbunuh seperti matinya satu jiwa. Kemudian turunlah Nabi Isa ‘Alaihis Salam dan para sahabatnya ke bumi….” (HR. Muslim no. 2937)

Setelah turunnya Isa dan para sahabatnya ke bumi, beliau ‘Alaihis Salam berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Lalu Allah Subhanahu wa Ta’ala mengirim burung-burung yang membawa Ya’juj dan Ma’juj dan melemparkan mereka di tempat yang dikehendaki oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala mengirimkan hujan untuk membersihkan bumi. Kemudian turunlah berkah di muka bumi, nampaklah sayuran dan buah-buahan, dan terasa berkah pada tumbuhan dan hewan.

4,5,6 Tiga Peristiwa Terbenamnya Tanah (Longsor)
Tiga peristiwa longsor besar termasuk tanda-tanda hari kiamat yang besar, yaitu longsor di Timur, longsor di Barat, dan longsor di Semenanjung Arab. Ini belum terjadi.

7. Kabut Asap
Munculnya kabut di akhir zaman termasuk tanda-tanda hari kiamat yang besar.
Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata. Yang meliputi manusia.Inilah azab yang pedih, (QS. Ad-Dukhaan:10-11)
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anh, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau bersabda, ‘Bersegeralah beramal shalih (sebelum) enam perkara: terbitnya matahari dari tempat tenggelamnya (sebelah Barat)atau kabut atau Dajal atau binatang atau kematian atau hari kiamat.” (HR. Muslim no. 2947)

8. Terbitnya Matahari Dari Sebelah Barat
Terbitnya matahari dari sebelah Barat termasuk salah satu tanda hari kiamat yang besar. Ia adalah tanda besar pertama yang memberitahukan perubahan kondisi alam atas. Di antara dalil-dalil keluarnya adalah sebagai berikut:
Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Rabbmu tidaklah bermanfa’at lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya. …”. (QS. Al An’aam:158)

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anh, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Tidak terjadi hari kiamat sehingga terbit matahari dari sebelah Barat. Apabila matahari telah terbit dari sebelah Barat semua manusia beriman, maka pada hari itu: “tidaklah bermanfa’at lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya.” (QS. Al An’aam:158). (Muttafaq ‘alaihi. HR. Al Bukhari no. 4635 dan Muslim no. 157 dan ini adalah lafazhnya.)

Dari Abdullah bin ‘Amr Radhiyallahu ‘Anh, ia berkata, ‘Saya mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Sesungguhnya pertama-tama tanda hari kiamat yang keluar adalah terbitnya matahari dari sebelah Barat dan keluarnya binatang kepada manusia pada waktu dhuha. Apapun juga dari keduanya yang lebih dulu dari yang lain, maka yang lain itu akan menyusul dalam waktu dekat.” (HR. Muslim no.2942)

9. Keluarnya Binatang Melata
Keluarnya binatang melata di akhir zaman sebagai tanda sudah dekatnya hari kiamat. Ia keluar, lalu memberi tanda kepada manusia di atas hidung mereka. Mengekang hidung orang kafir dan menerangi wajah orang yang beriman. Di antara dalil-dalil keluarnya adalah:
Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami. (QS. An-Naml:82)
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anh, ia berkata, ‘Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Apabila telah keluar tiga perkara niscaya tidaklah bermanfa’at lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya: terbitnya matahari dari sebelah Barat, Dajjal, dan binatang melata dari bumi.” (HR. Muslim no. 158)

10. Keluarnya Api Yang Menggiring Manusia
Itu adalah api besar dari Timur, dari Yaman, dari dasar Adan. Ia adalah akhir tanda-tanda hari kiamat yang besar dan tanda pertama yang mengabarkan terjadinya hari kiamat. Ia keluar dari Yaman, kemudian tersebar di bumi dan menggiring manusia ke bumi mahsyar di Syam.

Tata cara api menggiring manusia
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anh, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau bersabda, ‘Manusia digiring menurut tiga cara: senang, takut, dua di atas unta, tiga di atas unta, empat di atas unta, sepuluh di atas unta. Api yang menggiring selain mereka. Api tersebut tidur qailulah (di pagi hari) bersama mereka di tempat mereka tidur dan bermalam bersama mereka di tempat mereka bermalam. Berpagi-pagi bersama mereka di tempat mereka berpagi-pagi, dan bersore-sore bersama mereka di tempat mereka bersore-sore.” (Muttafaq ‘alaihi. HR. Al Bukhari no. 6522 dan ini adalah lafazhnya dan Muslim no. 2861)

Awal Tanda Hari Kiamat
Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anh, sesungguhnya Abdullah bin Salam Radhiyallahu ‘Anh tatkala masuk Islam, ia bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tentang beberapa masalah. Di antaranya: apakah pertama-tama tanda hari kiamat? Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab, ‘Adapun pertama-tama tanda hari kiamat adalah adanya api yang menggiring manusia dari Timur ke Barat.“( HR. Al Bukhari no. 3329)
Tanda-tanda yang terus menerus dan  perubahan keadaan
  1. Apabila telah nampak salah satu tanda hari kiamat yang besar, niscaya tanda-tanda yang lain mengikutinya, sebagian mengikuti yang lain, seperti sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: “Tanda-tanda (hari kiamat itu bagaikan) manik-manik yang disusun dengan benang (kawat, tali). Apabila benang itu terputus, niscaya sebagiannya mengikuti yang lain.” (Shahih. HR. Al Hakim no. 8639. lihat as-Silsilah ash-Shahihah no. 1762)
  2. Dari Anas Radhiyallahu ‘Anh, ia berkata, ‘Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Tidak terjadi hari kiamat sehingga tidak dikatakan lagi di muka bumi ‘Allah, Allah.’ (HR. Muslim no. 148)
  3. Dari Huzaifah bin Al Yaman Radhiyallahu ‘Anh, ia berkata, ‘Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,’Tidak terjadi hari kiamat sehingga orang paling bahagia di dunia adalah Luka’ bin Luka‘ (hamba yang bodoh anak hamba yang bodoh). (Shahih. HR. at-Tirmidzi no 2209, Shahih Sunan Tirmidzi no. 1799) [fimadani.com]
Mimpi Thawaf Di Masjidil Haram Dengan Telanjang

Mimpi Thawaf Di Masjidil Haram Dengan Telanjang

11:27
Mimpi Thawaf di Masjidil Haram dengan Telanjang
Televisi Saudi biasa menayangkan acara religi setiap pekan dengan mengundang seorang pakar atau Syaikh untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan melalui telepon.
Suatu ketika, acara tersebut mengundang Syaikh Abdur Rahman As-Sudais yang juga merupakan Imam Masjidil Haram. Beliau menjawab semua pertanyaan hingga tiba giliran pertanyaan dari telepon seorang wanita yang meminta mimpinya ditafsirkan.
Wanita itu mengatakan, bahwa dirinya mimpi berada di Masjidil Haram dan melihat seseorang melakukan thawaf sambil telanjang. Wanita itu menambahkan juga bahwa dirinya mengenali orang itu, kendati dia tidak terlalu dekat dan tidak terlalu jauh darinya.
“Semua orang juga mengenalinya,” imbuhnya.
“Jadi, bagaimana tafsir mimpi ini?” tanya wanita itu.
Syaikh As-Sudais menjawab, “Orang ini adalah berita gembira. Jadi, tafsir mimpi Anda adalah bahwa orang ini -insya Allah-bersih dari dosa dan Allah meridhainya. ”
Wanita itu membalas, “Apa pendapat Anda bila saya katakan pada Anda, bahwa orang yang saya lihat dalam mimpi saya itu adalah… Anda?”
Syaikh As-Sudais yang mulia ini terdiam dan hanya linangan air matanya yang jatuh bercucuran membanjiri wajahnya.
Maha Suci Engkau, ya Tuhan. Ya Allah, jadikanlah kami termasuk ahli Surga.Allahumma amiin.
Aly Raihan El-Mishry

Kenapa Curhat di Medsos ? Aneh…

08:36

Mengapa orang (termasuk mungkin aktivis dakwah) suka curhat di media sosial (medsos)? Bisa jadi ada berbagai alasan. Diantaranya karena kemudahannya mengakses medsos tersebut. Tinggal klik simbol facebook atau twitter di layar HP, tulis sesuai luapan hati, posting, beberapa menit kemudian muncullah respon dan komen. Pertanda ada orang yang memperhatikan apa yang kita tulis.
HP memang sudah menjadi teman setia manusia di era gadget seperti sekarang. Sampai-sampai seorang teman bilang, saat HP ketinggalan, maka sama seperti ketinggalan separuh nyawa. Kemanapun pergi selalu nempel, bentar-bentar lihat notifikasi, sampai-sampai muncul sindiran, buka HP lebih sering daripada buka al Qur’an.

Curhat di medsos mungkin dipandang lebih praktis daripada curhat sama orang. Belum tentu orang yang mau kita curhati, belum tentu orang yang mau kita curhati ada di tempat disaat ada masalah yang mengguncang kita. Bahkan bisa jadi juga tak ada orang yang menurut kita layak untuk kita curhati sehingga tumpahlah uneg-uneg itu di medsos.

Padahal, yang namanya medsos adalah forum terbuka. Siapa saja yang menjadi teman kita bisa mengakses dan membaca tulisan-tulisan kita. Sebagai seorang muslim bahkan aktivis dakwah, sudah selayaknyalah pintar membaca situasi. Siapa saja yang menjadi teman kita, dan apa yang dipikirkannya ketika membaca postingan kita?. Bisa jadi, ketika kita kesal dengan seseorang yang tanpa kita sadari menjadi teman kita di medsos, kemudian kita luapkan kekesalan lewat postingan dan kemudian dibaca oleh yang bersangkutan, apa tidak tambah ruwet suasana?
Setiap manusia pasti diberi cobaan oleh Allah dalam hidupnya, termasuk seorang Muslim tak terkecuali pengemban dakwah. Jika kita membayangkan sosok pengemban dakwah atau aktivis

Islam, tentu bayangan kita adalah sosok yang ikhlas beramal karena Allah ta’ala, serta berupaya mengikatkan dirinya dengan ketaatan yang menyeluruh kepada Allah serta mengabdikan dirinya untuk perjuangan meninggikan dienul Islam. Dan pada faktanya, sosok yang demikian tetaplah mempunyai masalah dalam perjalanan hidupnya sebagai cobaan dari Allah. Apakah itu cobaan yang terkait dakwah, memperjuangkan syariat Islam maupun cobaan yang berkenaan dengan penghidupannya. Maisyah (nafkah), pendidikan, komunikasi, anak-anak, kesehatan, organisasi, ibadah, nafsiyah dan sebagainya.

Islam sendiri sebagai dien yang sempurna telah menjanjikan solusi segala permasalah hidup. Jika Islam diterapkan dalam sebuah Negara, tentulah masalah-masalah yang saat ini terlihat sangat ruwet bisa diminimalisir sebagaimana yang telah terbukti ketika Kekhilafaan Islam masih ada, dan saat itu umat Islam mulia.

Saat ini khilafah memang belum tegak, dan kaum muslimin serta pengemban dakwah memang menjalani hidup yang berat dalam sistem kapilitalis-sekuler. Sistem ini telah membawa kerusakan diberbagai sisi kehidupan. Maka betapa banyak permasalahan yang kita hadapi sekarang di berbagai lini kehidupan, apakah itu rumah tangga, bertetangga, berjamaah, dan sebagainya. Guru ngaji saya pernah bilang, bahkan untuk sekedar khusnudzon kepada saudara sendiri saja susahnya bukan main.

Kenapa? Karena kita telah dicetak oleh sistem ini untuk sesuai dengan karaker sistem; individualis, opportunis, dan sebagainya.

Namun, bagaimanapun kondisinya, Islam tetaplah harus dipegang dan dijadikan pedoman. Kondisi saat ini adalah sebagaimana yang digambarkan oleh Nabi SAW bahwa kita hidup dalam berpegang teguh pada Islam ibarat menggenggam bara api. Namun, Nabi SAW pun menjanjikan pahala 50 kali pahala sahabat jika kita termasuk orang yang mewarisi sunnah beliau di jaman sekarang.

Allah berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu….”. Ketika orang terburu nafsu dalam bertindak atau mengikuti nafsu, sebenarnya itu adalah tuntunan syetan. Akibatnya masalah semakin runyam, ikhlas semakin hambar, amalpun tergadaikan. Sabar memang tidak berarti diam terhadap kedzoliman, tetapi tetap bertindak sesuai syariat. Disitulah pentingnya kita mengkaji kehidupan para Nabi dan shahabat untuk kita tiru kesabaran mereka dalam menghadapi cobaan.

Sholat adalah sarana mendekatkan diri kepadanya. Curhat kepada Allah dalam setiap doa-doa dan dzikir kita. Disitulah Allah akan memberikan petunjuk untuk kita berbuat. Dan disitulah Allah bukakan jalan. Mungkin tak secara langsung, tetapi Allah bukan php. Dia memberikan apa yang kita butuhkan diwaktu yang tepat.

Ratna Safina

*eramuslim.com

Beginilah Cara Khalifah Umar bin Abdul Azis Mendidik Anak

14:10
Suatu malam, Umar bin Abdul Aziz –rahimahullâh– menemui anak-anak perempuannya. Namun, saat kedatangannya diketahui oleh anak-anaknya, maka mereka langsung menutup mulut. Lalu berebut menutup pintu.

Umar bin Abdul Aziz bertanya kepada pelayannya, "Ada apa dengan mereka?"
Pelayan menjawab, "Mereka tidak mempunyai makan malam, selain kacang adas dan bawang merah. Mereka tidak ingin engkau mencium bau mulut mereka."

Maka Umar bin Abdul Aziz menangis. Kemudian berkata kepada anak-anaknya,
"Anak-anakku! Tidak berguna bagi kalian menyantap berbagai macam makanan, sementara bapak kalian harus masuk neraka!"

Maka mereka menangis sehingga suara suara mereka terdengar. (Siroh Umar, Ibnu Abdil Hakam, 48-49)

Saudaraku, inilah sosok seorang ayah sekaligus khalifah yang senantiasa mendidik anak-anaknya dengan sifat qona'ah (merasa cukup). Beliau adalah orangtua yang mengajarkan konsep bersyukur atas segala apa yang Alloh subhanahu wa ta'ala berikan. Walaupun itu hanya sekadar kacang adas dan bawang merah yang ada di rumah.

Subhanalloh! Bandingkan zaman sekarang ini. Beberapa orangtua terlalu memanjakan anak-anaknya sehingga harus berbelanja boros, bahkan mengutang. Demi membelikan anak-anaknya game, mainan tidak edukatif, dan lainnya, padahal ini sangat tidak bermanfaat. Belum lagi HP yang kadang belum bisa dimanfaatkan oleh anak secara optimal.

Mengapa orangtua melakukan semua ini?
Katanya -kasih sayang-, namun sesungguhnya ini bukanlah bentuk kasih sayang kepada anak, melainkan "cinta yang salah".

Sesungguhnya, kalau kita belajar dari cara berfikir Umar bin Abdul Aziz, maka demikianlah bentuk kasih sayang kepada anak. Karena beliau mendidik anaknya agar tumbuh "ketakwaan", bukan "pemborosan". Sungguh sangat berbeda antara orangtua yang mendidik dan orangtua yang melalaikan. Maka dari itu, kita selaku ayah dan ibu hendaknya melihat dampak dari sebuah pemberian, apakah hal ini bermanfaat buat anak atau tidak.

Selain dari itu, kisah apik Umar bin Abdul Aziz bersama anak-anaknya memberikan pelajaran bahwa hendaknya seorang anak itu bersyukur atas pemberian orangtua. Tidak mengeluh, apalagi mau membandingkan orangtua sendiri dengan orangtua teman.

Sebagai anak, kita selayaknya "legowo" dengan keadaan ekonomi orangtua. Tidak minder dengan kemiskinan orangtua, tidak malu kalau orangtua tidak punya mobil. Sebagian anak kadang merasa malu punya orangtua yang miskin, tidak paham sosmed (FB, Internet, WhatsUp dan lainnya).

Ini adalah makar dari syaiton, agar anak durhaka kepada ayah dan ibunya. Maka dari itu, seorang anak wajib ia bersyukur atas kondisi keluarga. Jangan menyesal.   bisa jadi di sisi kita itu tidak baik, tetapi di sisi Alloh nilai keluarga kita baik. Karena keluarga kita penuh dengan ilmu.

Semoga kisah Umar bin Abdul Aziz di atas memberikan ibroh buat kita semua, entah apakah kita selaku orangtua maupun anak.

Semoga Allah –subhanahu wa ta'ala– memberikan taufik kepada kita semua....[Abu Hanin]
 

PERJALANAN TERJAUH DAN TERBERAT

10:46
 


Untukmu Anakku….
Tahukah kamu nak?
Perjalanan terjauh dan terberat bagi seorang lelaki adalah perjalanan ke masjid
Sebab banyak orang kaya raya tidak sanggup mengerjakannya. jangankan sehari lima waktu, bahkan banyak pula yang seminggu sekali pun terlupa. tidak jarang pula seumur hidup tidak pernah singgah kesana.

PERJALANAN TERJAUH DAN TERBERAT ADALAH PERJALANAN KE MASJID
Karena orang pintar dan pandai pun sering tidak mampu menemukannya. walaupun mereka mampu mencari ilmu hingga ke universitas Eropa juga Amerika, dapat melangkahkan kaki Ke Jepang dan Korea dengan semangat yang membara. namun keMasjid tetap saja perjalanan yang tidak mampu mereka tempuh walau telah bertitel S3.


PERJALANAN TERJAUH DAN TERBERAT ADALAH PERJALANAN KE MASJID
Karena para pemuda kuat dan bertubuh sehat yang mampu menaklukkan puncak gunung Bromo dan Merapi pun sering mengeluh ketika diajak ke Masjid. alasan mereka pun beragam, ada yang berkata sebentar lagi, ada yang berucap tidak nyaman dicap alim.


PERJALANAN TERJAUH DAN TERBERAT ADALAH PERJALANAN KE MASJID
maka berbahagialah dirimu nak bila dari kecil engkau telah terbiasa melangkahkan kaki di Masjid. karena bagi kami, sejauh manapun engkau melangkahkan kaki, tidak ada perjalanan yang paling kami banggakan selain perjalananmu ke Masjid.


Biar kuberi tahu rahasia kepadamu, sejatinya perjalananmu ke Masjid adalah perjalanan untuk menjumpai Rabbmu. dan itulah perjalanan yang diajarkan oleh Nabi, serta perjalanan yang akan membedakanmu dengan orang-orang yang lupa akan Rabbnya.

PERJALANAN TERJAUH DAN TERBERAT ADALAH PERJALANAN KE MASJID
maka lakukanlah walau engkau harus merangkak dalam gelap shubuh demi mengenal Rabbmu.






















































Usia Anda Hanya Satu Hari, Hari Ini adalah Hari Anda

Usia Anda Hanya Satu Hari, Hari Ini adalah Hari Anda

10:57

alqarnyJika anda terbangun hari di pagi hari, maka janganlah lagi anda menanti sore segera menjelang. Hari ini Anda akan hidup, hanya hari ini. Tidak ada hari kemarin yang telah pergi bersama suka dukanya. Tidak ada hari esok yang sampai saat ini belum kunjung datang. Matahari hari inilah yang kini menaungi anda. Hari ini adalah hari anda , HANYA HARI INI. Usia anda hanya satu hari ini. Tumbuhkan semangat hidup dalam jiwa anda hanya untuk hari ini. Berfikirlah bahwa Anda lahir hari ini dan mati hari ini.

Dengan jalan seperti itu, hidup Anda tidak akan gagap untuk meraba antara kecemasan, kesedihan, dan duka masa lalu dengan khayalan masa depan, lengkap dengan potret suramnya yang mengerikan serta segudang problematika hidup yang siap menerkam anda.

Untuk satu hari ini saja, curahkan konsentrasi , perhatian, prestasi terbaik , kerja keras dan kesungguhan anda. Hanya untuk hari ini saja anda harus siap melaksanakan shalat dengan khusyu, bacaan Al Qur’an, zikir dengan penuh kehadiran hati, (Aidh Al Qarni)
Karunia terbesar itu bernama Islam

Karunia terbesar itu bernama Islam

14:08

lambang islam 
Sebagai seorang muslim tentu kita yakin bahwa suatu karunia yang teramat besar Allah menganugerahkan almamater Islam kepada kita. Kenapa ? Karena Allah telah menunjuki kita suatu jalan agar manusia selamat dan bahagia hidupnya di dunia dan di akhirat. Sebagaimana yang di firmankanNya :
“…….. Pada hari ini, telah kusempurnakan agamaMu, dan telah kucukupkan nikmatKu, dan telah ku ridhoi Islam sebagai agama bagiMu…….”  (Q.S Al-Maidaah ayat : 3)

Orang yang telah di beri sebuah pemberian yang berharga tapi tak peduli dan mengabaikan pemberian tersebut tentu akal sehat kita dapat menyebutnya sebagai orang yang tidak tahu diri dan berterimakasih. Bisa jadi dengan itu almamater yang telah melekat pada diri kita akan lepas dan tidak di akui di hadapanNya kelak. Maka wajar saja kalau Allah menghukum kita atas dasar ketidak-tahu-dirian dan kekurang-ajaran kita itu.

Oleh karena itu tiada jalan lain bagi kita sebagai bentuk rasa syukur dan terimakasih kepada Allah adalah berusaha dengan sungguh-sungguh menjadi muslim yang benar. Lalu bagaimana langkah awal agar kita menjadi muslim yang benar ? Tentunya dengan mengenal terlebih dahulu apa itu Islam. Sebab bagaimana seseorang mau ber-Islam dengan benar sementara ia tak tahu apa itu Islam dan apa saja yang di tuntut darinya. Lalu, apa itu Islam ?

Apakah seseorang disebut Islam karena bapak-ibu, kakek-nenek dan leluhurnya dulu adalah orang-orang Islam ? Sebagaimana kasta Brahmana dalam ajaran Hindu. Seseorang di sebut Brahmana -yang sangat dimuliakan karena kasta tertinggi- adalah disebabkan lahir dari rahim seorang Brahmana bagaimanapun keadaannya. Tak peduli apakah ia bodoh, pintar, rajin, malas dsb. Yang jelas syarat utamanya adalah lahir dari rahim seorang Brahmana. Apakah seperti itu ?

Ataukah Islam adalah pusaka suatu bangsa ? Ketika kita terlahir dan tinggal di tengah-tengah masyarakat mayoritas Islam maka secara otomatis Islam-lah kita. Sebagaimana sebutan bagi bangsa Inggris karena terlahir di tengah masyarakat Inggris. Apa juga seperti itu ?
Tentu saja nurani dan akal sehat kita menolaknya. Islam itu jalan kemuliaan. Apakah adil jika mulia dan tidaknya seseorang ditentukan oleh hal-hal yang sifatnya bukan pilihan ?. Orang tidak bisa memilih di keturunan mana atau di daerah mana ia akan dilahirkan. Tentunya Allah yang Maha Adil dan Bijaksana tidak akan berlaku seperti itu.

Lha, jika begitu apa itu Islam ? Ternyata islam adalah sebutan untuk pengetahuan dan tindakan mempraktekkan pengetahuan tersebut. Apabila pengetahuan dan tindakan seseorang mencerminkan Muslim maka muslim-lah ia sekalipun ia anak seorang pendeta dan tinggal di tengah masyarakat kristen. Namun apabila pengetahuan dan praktik seseorang tidak mencerminkan muslim maka ia bukanlah seorang muslim meskipun ia anak seorang Syaikh dan tinggal di tengah masyarakat muslim sangat sholeh.

Itulah saudara/saudariku identitas Islam yang sebenarnya. Bukan identitas keturunan dan atau tempat kelahiran semata melainkan terpancar dari pengetahuan dan tindakan praktek dari pengetahuan tersebut. Itulah mengapa pengetahuan tentang Islam menjadi teramat penting sebagai gerbang pertama menjadi seorang muslim yang benar. Tentunya itu juga sebagai wujud rasa syukur dan terimakasih kita atas pemberiannya yang teramat berharga. Jika tidak, bisa jadi almamater yang telah melekat tersebut bahkan semenjak lahir akan tidak di akui di hadapanNya kelak. Na’udzubillah

Maka tiada jalan lain untuk mensyukuri nikmatnya yang begitu berharga ini dengan jalan mempertajam pengetahuan keislaman dan mempraktikkannya dalam setiap langkah hidup kita. Agar Islam kita bukanlah Islam menurut kriteria keturunan dan kebanyakan orang tapi sesuai dengan kriteria yang di kehendakiNya. Insya Allah dengan demikian kita akan selamat dan berangkulan di surgaNya kelak.

“Ya Allah, sebagaimana engkau lahirkan kami sebagai muslim, matikan kami dalam keadaan muslim sejati” Aamiin

Oleh : Muhammad Yusron Mufid
Referensi : E Book Dasar-dasar Islam Abul A’laa Al Maududi

Cek Hatimu, Benarkah Kau Cinta Pada-Nya

07:39
Oleh: Syaripudin Zuhri
Bicara tentang cinta memang tak ada habis-habisnya, karena keberadaan cinta sejak adanya manusia. Yang menjadi masalah adalah didatangi cinta mau, tapi tatkala dijauhi cinta banyak yang tak siap. Padahal masalah kedatangan dan kepergian cinta adalah sesuatu hal yang biasa, apapun namanya.

Silahkan kamu cintai dan kamu sayangi siapapun, tapi jangan sakit hati kalau mereka meninggalkanmu. Dengan kata lain, kamu bebas menyintai siapapun, tapi ingat, kamu bisa berpisah dengannya, baik karena kamu tinggalkan atau mereka meninggalkanmu.

Kalau kamu luka atau sakit hati, hingga terasa betapa perihnya luka hati itu, karena ditinggalkan oleh orang yang kamu cintai, itu normal. Karena kamu juga manusia biasa yang mempunyai perasaan, punya hati, tapi jangan sampai hal tersebut membuat kamu putus asa atau merusakan dirimu, hingga sampai misalnya ingin bunuh diri.

Berlindunglah kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk, terutama disaat luka di dada itu sampai sangat menggigit! “Ya Allah lindungi hamba dari luka yang demikian, lindungi hamba dari perasaan yang menyebabkan putus asa dari rakhmat-Mu, lindungi hamba dari perbuatan yang sia-sia!”

Sebagai manusia yang normal , ditinggalkan oleh orang-orang yang kamu cintai dan kamu sayangi akan menimbulkan luka bagi perasaanmu, namun luka tersebut jangan sampai menghancurkan segala-galanya. karena hidupmu bukan bergantung pada orang-orang yang kamu cintai, tapi kepada Allah SWT. Ditinggal oleh orang-orang yang kamu cintai bukan akhir segala-galanya. Allah tetap bersamamu dan Allah tetap menyintaimu, sebaliknya, apakah kau menyintaiNya?
CintaNya kepadamu tak mengenal waktu dan tempat, karena hidup dimanapun, tetap di bumi Allah.

Hidup pada waktu kapanpun, tetap pada ketentuan Allah. Hidup bersama siapapun, tetap bersama makhluk Allah. Hidup sendirian tetap saja bersama Allah. Semuanya kembali kepada Allah dan Allah adalah tempat asal dan kembalinya sesuatu.
Dapatkah kamu bersatu dengan Allah? Yang Maha Besar, sedangkan kamu sangat kecil. Allah Yang Maha perkasa, sedangkan kamu sangat biasa. Allah Maha Kuasa, sedangkan kamu sangat lemah. Allah Maha kuat, sedangkan kamu sangat ringkih. Allah Yang Maha Mulia, sedangkan kamu sangat hina, begitu seterusnya. Apa yang Maha Baik adalah sipat-sipat Allah, untukmu malahan sipat yang sebaliknya!

Allah tidak akan pernah meninggalkanmu, karena roh milikNya telah ditiupkan padamu sejak kamu berada dalam kandungan, yang sering meninggalkan Allah justru kamu. Kamu suka lalai dan alpa, dengan sedikit kesibukan duniawi saja kamu sering meninggalkan Allah. Lupa, alpa mengingat Allah, otomatis jadi lupa menyembahNya, bahkan dikala ingatpun di saat jalan-jalan, kamu melalaikanNya.

Dimanapun dan kapanpun kamu berada , kamu tetap berada di dalam-Nya, berada di bawah kekuasaan-Nya, berada di dalam lindungan-Nya, berada di dalam cinta dan kasih-Nya, berada pada roh milik-Nya. Dan disaat meninggalpun kamu kembali kepada-Nya, rohmu yang sekarang berada dalam jasadmu, nanti kembali kepada-Nya dan jasadmu kembali keasalnya yaitu tanah!

Dan karena kamu bukan nabi, bukan rosul, bukan syuhada, bukan aulia, maka jasadmu akan hancur menjadi santapan cacing-cacing tanah dan menjadi santapan belatung belatung, kulit, daging, tulang dimakan semuanya, sampai hancur dan akhirnya lenyap menyatu dengan tanah kembali!

Sedangkan rohmu tetap dalam genggaman-Nya. Dan memang pada akhirnya jasadmu hanya menjadi bangkai yang sangat busuk, sehingga siapapun yang menciumnya akan tutup hidung sampai muntah-muntah atau mual, karena tidak tahan terhadap bau bangkai jasadmu!
Lalu orang-orang yang kamu cintai di dunia akan berlari jauh-jauh, menghindar. Tak ada satupun manusia yang suka bangkai, walaupun bangkai tersebut dulunya adalah orang yang sangat dicintai dan disayangi, orang yang menjadi belahan jiwa dan raganya. Inilah kenyataan hidup dan itulah kenyataan saat kau mati nanti!

Dan manusia yang mempunyai sipat busuk seperti bangkai, akan dijauhi oleh manusia lainnya dan menjadi bahan fitnahan yang tak habis-habisnya, bahkan banyak manusia yang lain berusaha melenyapkannya, karena begitu busuk sipat yang dimilikinya. Nah hati-hatilah jangan sampai sipatmu seperti bau bangkai. Insya Allah.

Bagaimanapun kamu tetap berada di dalam Allah. Apa yang kamu minum, air Allah. makanan yang kamu makan, berasal dari Allah. Matamu yang dapat melihat, mata pemberian Allah. Telingamu yang dapat mendengar, Telinga dari Allah. Mulutmu untuk makan, minum, berkata adalah mulut dari Allah. Kakimu dapat berjalan, kaki yang diberikan Allah. Tanganmu dapat memegang, tangan dari Allah. Begitu seterusnya. Karena memang semua yang ada padamu dan yang berada di luar dirimu adalah milik Allah. jadi apakah yang kamu miliki? Tidak ada satupun!

Semua milik-Nya, semua titipan-Nya, semua amanat-Nya yang dengannya kamu beramal kepada-Nya. Amal dari perbuatanmu itulah yang menjadi milikmu kelak. Dan amal itu ada diluar dirimu, bukan berada di dalam dirimu. balasan dari amalmu itulah yang menjadi milikmu. dan untuk melakukan perbuatan amal, kamu menggunakan milik Allah.

Seluruh anggota badanmu yang kamu gunakan untuk shalat adalah milik Allah dan Allah memberi balasan atau ganjaran untuk perbuatan tersebut, padahal tanpa anggota badanmu yang milik Allah itu, kamu tidak akan bisa mengerjakan shalat.

Seharusnya kamu tidak mendapat ganjaran apapun dari perbuatan amal yang kamu lakukan, karena semuanya bersumber dari milik Allah. Kamu tidak mengeluarkan atau mengorbankan apapun saat beribadah kepada-Nya. Yang kamu korbankan atau yang kamu keluarkan adalah milik Allah juga. Jadi seharusnya kamu tak berhak menuntut apapun dari segala amal ibadah yang kamu kerjakan kepada Allah SWT.

Jadi jika kau benar-benar menyintaiNya? Mengapa kau sering lari dariNya? Mengapa kau sering meninggalkanNya? Mengapa kau sering lupa padaNya? Mengapa kau sering melalaikan perintahNya? Mengapa kau minta balasan dariNya, katanya cintamu tulus?

Semua pertanyaan tersebut tak perlu dijawab dengan anggukan kepala atau gelengan kepala, cukup dijawab dengan amal perbuatanmu sehari-hari. Iya dan tidak, benar dan tidaknya cintamu kepadaNya, hanya engkau sediri yang tahu dan Dia Yang Maha Mengetahui.

*eramuslim.com

Ketika Jiwa Ini Futur

10:58
Hambar, hampa dan gelisah seakan ruh ini tak hidup. Mata menatap kosong mencari satu titik kepastian. Pikiran berputar menerka jalan kembali pulang. Hati meronta meminta rasa yang amat menguras iman ini cepat pergi jauh. Tak pernah singgah dan merajai lagi. Lelah rasanya hidup seperti tak punya arti, hanya mengalir di aliran air yang tenang. Mengambang, tak pernah mengahadapi arus dan melawannya. Langkah melawanpun dimulai dengan berjalan lamban dan merunduk dalam, menerawang dengan mata tertutup. Meski batin ini terus berperang, namun zona aman yang menyesati begitu kuat mengikat hati.

Marah, bingung dan terpuruk. Semua menyatu tersihir menjadi kefuturan yang menyeruak hati dan mendominasi. Hati sudah tak dapat lembut seperti sediakala, batinpun tak dapat lagi merasakan ketenangan karena selalu saja menyeru “Lelah, lelah dan lelah.”

Sendiri menyepi salah satu langkah yang dapat diambil ketika sedang berada dalam puncak kelelahan. Entah lelah karena padatnya aktifitas perkuliahan dan tugas yang makin menumpuk. Ataukah amanah yang kian menekan pundak tanpa sandaran bahu sahabat. Atau mungkin kondisi kesehatan yang semakin rentan karena sudah tak dipedulikan. Hingga timbul keinginan agar sejenak mundur selangkah. Sejenak saja agar rasa lelah ini terkikis.

Namun semakin kaki ini melangkah mundur maka makin terasalah hati ini seperti orang yang berlari dari rahmat-Nya. Naudzubillah. “Berlari dari rahmat-Nya”. Ya, Memang seperti itu adanya!
Uring-uringan memikirkan jalan keluar agar terlepas dari rasa hidup yang hampa dan hambar. Merenung berhari-hari tak dapat menemukan jalan keluar. Menangis di sepertiga malampun seperti sia-sia karena sudah tak dapat lagi merasakan nikmatnya bercengkrama dengan Sang Pemilik Hati. Rupanya ketika futur tengah merajai, hati pun menciut dan berkarat bahkan mengeras dan membeku. Sakit rasanya diterpa keadaan yang seperti itu.

Ingin sekali teriak sekeras-kerasnya! Agar Allah cepat-cepat membuang penyakit hati ini. Tak kuasa membawa beban pikiran yang berat bak memikul beton, akhirnya merebahlah di lantai atas masjid kampus tak beralas. Pikiran malayang terbang, mata menerawang ke atap langit. Tiba-tiba terngiang firman Allah Q.S Ar-Rad ayat 11 “…Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri…” Meneliksik ayat tersebut, seakan-akan menyalahkannya tanpa mengintropeksi diri. Rasa-rasanya berbagai macam telah dilakukan agar futur yang tengah mearajai sirna dan tak pernah hinggap di hati ini sia-sia saja dilakukan. Kini timbul penyakit hati lain, berperasangka buruk terhadap Sang Ilahi. Astagfirullah.
Apakah Alah telah pergi meninggalkan hati yang tengah futur ini seorang diri?
Kemana perginya Allah kala hambanya sedang dilanda nestapa?
Apa sudah mulai bosan, hingga tak mau lagi mendengar jeritan hati orang yang diterpa kefuturan?
Harus bagaimana menghadapinya ya Allah?
Lelah sekali rasanya!

Gigi beradu menggeram. Ingin rasanya marah, tetapi bingung. Emosi berada diubun puncak. Ingin sekali menumpahkannya. Namun tetap disimpan dalam diam, mungkin karena teringat izzah seorang wanita muslim yang kental dengan balutan rasa malu. Akhirnya hati ini tergerak untuk berwudhu agar sejanak emosi meredam. Dilanjut dengan membuka firman-Nya dalam surat At-Taubah dengan maksud meminta maaf atas prasangka-prasangka yang telah tersirat dalam hati.
..Laa Tahzan InnALLAHa ma’anaa..” sepotong ayatnya tiba-tiba mampu mengikis habis keterpurukan yang tengah merasuk dengan seketika. Entah sudah menemukan jawaban atas segala keresahan qalbu atau merasa sedikit tertampar dengan sepotong ayat yang mampu menicptakan bulir-bulir bening yang mengalir disudut mata.

Makin menilik terjemahannya “…Jangan engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita…” semakin kaku lidah ini untuk bertutur, bahkan bahupun turut berguncangg mengikuti irama isakan rasa syukur karena telah membasahi qalbu yang gersang oleh pilunya hidup.

Astagfirullah. Begitu banyak dosa dan kesesatan yang dengan nikmat terus saja dijalani, tanpa ada rasa salah. Hingga tiba kehampaan menerpa, keresahan datang tak bertepi baru tersadar. Ucap syukur tak ada henti sambil berlinang butir air mata, karena Allah Sang Penguasa Hati telah mengembalikan kepada cahaya-Nya yang sempat padam oleh kefuturan yang telah menenggelamkan hati.
Rupanya Allah selalu ada. Sekejam apapun keterpurukan itu datang menyerbu. Senantiasa Allah menjaga dan menjadi pelipur. Hanya terkadang kita lupa dan bahkan tidak peduli. Allah selalu ada sebagai tempat haribaan pertama dan terakhir.

Mirna Hermawati

sumber : eramuslim.com