Hal ini dikarenakan slot penerbangan tidak ada kaitannya dengan kecelakaan Air Asia QZ8501.
"Apa kalau berangkat tidak hari itu tidak ada kecelakaan? Apa kalau berangkat tidak sesuai slot itu sudah pasti ada kecelakan? Tidak bisa. Makanya pemerintah tidak usah mempersoalkan slot terbang dulu. AirAsia hanya ketiban sial," ujar Bambang Harjo, Kamis (8/1), seperti dilansir aktual.co.
Mekanismenya, penerbangan luar negeri adalah kewenangan kemenhub. Memang, kementerian tidak mungkin mengawasi perjalanan pesawat setiap hari, itu sebabnya diserahkan ke Otorotas Bandara. Dengan catatan, Otoritas Bandara harus bekerja maksimal.
"Kalau sibuk pencitraan, apakah menteri bisa memantau setiap hari? Kalau tidak bisa, ya serahkan ke pihak otoritas bandara, sehingga bisa tahu langsung penerbangan antar negara dan tentunya pelaksanaan harus melaporkan hasil akhir setiap hari kepada kementerian."
Oleh sebab itu, untuk kondisi saat ini tidak perlu saling menyalahkan. Jika kementerian mempersoalkan masalah slot penerbangan, tentu saja kesalahan berpangkal pada carut marut*piyungan online