Showing posts with label Ragam. Show all posts
Showing posts with label Ragam. Show all posts

Hukum Jual Beli Kredit

18:58
Assalamu 'alaikum wr. wb.

Pak Ustadz, apabila saya berjualan barang secara kredit selama sepuluh bulan namun barang tersebut saya hargai jauh lebih tinggi (hingga 2x lipat) dari harga aslinya namun orang tersebut setuju-setuju saja dengan harga tersebut. Apakah haram hukumnya?

Assalamu 'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Alhamdulilahi Rabbil 'alamin, wash-shalatu was-salamu 'alaa Sayyidina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa shahbihih wa sallam, wa ba'du.

Dalam syariat Islam, menjual barang dengan sistem kredit hukumnya dibolehkan. Kredit adalah membeli barang dengan harga yang berbeda antara pembayaran dalam bentuk tunai tunai dengan bila dengan tenggang waktu. Ini dikenal dengan istilah : bai` bit taqshid atau bai` bits-tsaman `ajil.

Gambaran umumnya adalah penjual dan pembeli sepakat bertransaksi atas suatu barang (x) dengan harga yang sudah dipastikan nilainya (y) dengan masa pembayaran (z) bulan.

Namun sebagai syarat harus dipenuhi ketentuan berikut :
  1. Harga harus disepakati di awal transaksi meskipun pelunasannya dilakukan kemudian. Misalnya : harga rumah 100 juta bila dibayar tunai dan 150 juta bila dibayar dalam tempo 5 tahun.
  2. Tidak boleh diterapkan sistem perhitungan bunga apabila pelunasannya mengalami keterlambatan sebagaimana yang sering berlaku.
  3. Pembayaran cicilan disepakati kedua belah pihak dan tempo pembayaran dibatasi sehingga terhindar dari praktek bai` gharar (penipuan).
Untuk lebih jelasnya agar bisa dibedakan antara sistem kredit yang dibolehkan dan yang tidak, kami contohkan dua kasus sebagai berikut :

Contoh 1 :

Ahmad menawarkan sepeda motor pada Budi dengan harga Rp. 12 juta. Karena Budi tidak punya uang tunai Rp.12 juta, maka dia minta pembayaran dicicil (kredit).

Untuk itu Ahmad minta harganya menjadi Rp. 18 juta yang harus dilunasi dalam waktu 3 tahun. Harga Rp. 18 juta tidak berdasarkan bunga yang ditetapkan sekian persen, tetapi merupakan kesepakatan harga sejak awal.

Transaksi seperti ini dibolehkan dalam Islam.

Contoh 2 :

Ali menawarkan sepeda motor kepada Iwan dengan harga Rp. 12 juta. Iwan membayar dengan cicilan dengan ketentuan bahwa setiap bulan dia terkena bunga 2 % dari Rp. 12 juta atau dari sisa uang yang belum dibayarkan.

Transaksi seperti ini adalah riba, karena kedua belah pihak tidak menyepakati harga dengan pasti, tetapi harganya tergantung dengan besar bunga dan masa cicilan. Yang seperti ini jelas haram.

Dr. Yusuf Al-Qaradawi dalam bukunya, Al-Halalu Wal Haramu fil Islam, mengatakan bahwa menjual kredit dengan menaikkan harga diperkenankan. Rasulullah s.a.w. sendiri pernah membeli makanan dari orang Yahudi dengan tempo untuk nafkah keluarganya.

Memang ada sementara pendapat yang mengatakan bahwa bila si penjual itu menaikkan harga karena temponya, sebagaimana yang kini biasa dilakukan oleh para pedagang yang menjual dengan kredit, maka haram hukumnya dengan dasar bahwa tambahan harga itu berhubung masalah waktu dan itu sama dengan riba.

Tetapi jumhur (mayoritas) ulama membolehkan jual beli kretdit ini, karena pada asalnya boleh dan nash yang mengharamkannya tidak ada. Jual beli kredit tidak bisa dipersamakan dengan riba dari segi manapun. Oleh karena itu seorang pedagang boleh menaikkan harga menurut yang pantas, selama tidak sampai kepada batas pemerkosaan dan kezaliman. Kalau sampai terjadi demikian, maka jelas hukumnya haram.

Imam Syaukani berkata: "Ulama Syafi'iyah, Hanafiyah, Zaid bin Ali, al-Muayyid billah dan Jumhur berpendapat boleh berdasar umumnya dalil yang menetapkan boleh. Dan inilah yang kiranya lebih tepat."

Wallahu A'lam Bish-shawab
Wassalamu 'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Ahmad Sarwat, Lc.

Facebook Tambah Fitur Baru untuk Mengobrol Lebih Mudah

09:48
Facebook menambahkan dua fitur baru untuk aplikasi Messenger yang bisa membuat obrolan grup lebih mudah untuk dikelola. Melalui Messenger, anggota grup di obrolan kini dapat menanggapi pesan tertentu dan menandai anggota grup pada sebuah percakapan.

Tanggapan di Messenger akan bekerja selayaknya tanggapan pada Facebook. Sejumlah emoji seperti simbol cinta, senyum, marah, atau pun sedih akan muncul jika pengguna menekan kotak tulis pesan. Pengguna dapat melihat tanggapan apa saja yang ia dapatkan pada bagian bawah pesan.

Mereka yang menggunakan Messenger akan menerima pemberitahuan ketika anggota lain dari grup memberikan tanggapan pada pesan yang mereka kirim. Pembaruan ini juga ditemukan dalam versi terbaru iMessage pada Apple yang diluncurkan September lalu.

Facebook juga meluncurkan sebuah fitur yang memungkinkan pengguna Messenger menandai anggota grup obrolan dengan membubuhi simbol '@' sebelum nama anggota yang ingin ditandai. Mereka yang ditandai akan menerima pemberitahuan bahwa mereka telah ditandai. Fitur ini telah lebih dulu populer di layanan seperti Twitter, Slack, dan aplikasi utama Facebook selama bertahun-tahun.

Penambahan fitur ini sangat penting dilakukan jika Facebook masih ingin terus memimpin platform messaging yang paling populer di dunia, mengingat kompetisi persaingan perpesanan cukup ketat antara Apple, Google, Snap Inc, Tencent (pemilik WeChat) dan Naver (pemilik Line)

Dampak Negatif Tidur Dekat Ponsel

21:23
   
Saat ini ponsel telah menjadi sahabat paling setia manusia, bisa dikatakan di zaman sekarang tak ada seorang pun yang tidak memiliki ponsel. Ponsel telah berubah dari barang mewah yang dulu hanya segelintir orang saja mampu memilikinya, namun sekarang bahkan anak-anak usia sekolah dasar pun tak jarang kedapatan menentengnya ke mana-mana.

    Sebagai sahabat manusia ponsel telah banyak membantu untuk memudahkan komunikasi pemiliknya dengan orang lain. Namun, meskipun sebagai sahabat ternyata ponsel juga menyimpan bahaya tersendiri yang tidak disadari oleh pemiliknya. Apalagi tak jarang pemilik ponsel saat ini, ketika mereka tidur, si ponsel juga berada di dekatnya.

    Ponsel memiliki pancaran radiasi tinggi yang tak kasat mata, hal ini menyebabkan seseorang tidak menyadari akan bahayanya. Menurut data WHO, radiasi ponsel bersifat karsinogenik yang dapat mempengaruhi susunan saraf manusia, yang akhirnya dapat menyebabkan kanker atau tumor.

    Tidur adalah waktu untuk mengisi tenaga, jika tidur Anda tidak mampu mengisi tenaga Anda, maka hari-hari Anda tidak akan maksimal. Oleh karena itu, guna meminimalisir bahaya laten ponsel bagi si pemiliknya, ada baiknya bila kebiasaan tidur di dekat ponsel mulai saat ini dihilangkan. Dikutip dari berbagai sumber, berikut ini ada 9 dampak negatif tidur di dekat ponsel, diantaranya:
    1. Dapat menyebabkan tumor otak

    Radiasi ponsel dapat mempengaruhi terbentuknya neoplasma dari regenerasi sel yang tidak wajar. Umumnya tumor otak menyerang orang dewasa pada usia produktif, namun tidak sedikit pula ditemukan kasus di mana tumor juga dapat menyerang anak-anak. Oleh karena itu, mulai saat ini usahakan untuk tidak menggunakan ponsel terlalu sering, apalagi sampai dibiasakan tidur di dekatnya.
    2. Dapat menyebabkan kanker

    Hampir sama dengan tumor otak, radiasi ponsel juga dapat mempengaruhi proses pembelahan sel-sel di dalam tubuh menjadi tidak terkendali, sel-sel abnormal ini kemudian menyerang jaringan terdekat yang secara rutin bersentuhan langsung dengan ponsel, seperti kulit dan telingga. Tak jarang anggota tubuh lainnya seperti perut juga dapat terpapar radiasi ponsel sehingga menyebabkan kanker, karena ketika tidur si pemilik tidak sadar kerap meletakkannya di bawah tubuh dan menindihnya.


    3. Terbakar dan meledak

    Media massa seperti televisi dan surat kabar pernah memberitakan kasus ponsel meledak dan terbakar ketika si pemiliknya sedang tertidur sehingga melukainya. Kejadian tersebut terjadi karena sering kali pemilik ponsel mengisi ulang dayanya dan kemudian tertidur di sisinya, ketika daya sudah penuh dan lupa mencabutnya, maka ponsel akan menjadi panas dan bila sampai terjadi korsleting dapat membuatnya meledak hingga terbakar.
  

  4. Menyebabkan sakit kepala

    Radiasi ponsel bagi beberapa orang yang sensitif terhadap gelombang RF yang dipancarkan dapat menyebabkan sakit kepala, pusing, mual-mual, bahkan hingga muntah.
   

 5. Menyebabkan tidak bisa tidur dengan nyenyak

    Ponsel dapat membuat seseorang jadi tidak bisa tidur dengan nyenyak, entah karena asyik memainkan permainan, bertelepon ria dengan pacar, sibuk membalas pesan dari kolega, atau membaca informasi-infromasi dari internet. Ponsel juga dapat menyebabkan si pemiliknya selalu merasa was-was, merasa gelisah dan tegang.
    

6. Serangan jantung

    Pada beberapa kasus pernah ditemukan seseorang yang memiliki riwayat penyakit jantung tiba-tiba meninggal dunia seketika ketika mendengar ponselnya berdering di tengah malam, bisa jadi yang bersangkutan kaget sehingga mengalami serangan jantung.
  

  7. Memperparah Alzheimer

    Penyakit Alzheimer memang tidak menular dan umumnya menyerang seseorang yang sudah tua. Namun, bagi mereka yang terbiasa tidur di dekat perangkat ini, radiasinya dapat mempercepat proses seseorang mengalami Alzheimer.
    

8. Menyebabkan kelelahan

    Ponsel yang berada dekat dengan pemiliknya dapat membuat kualitas tidur menjadi tidak nyenyak. Meskipun Anda tertidur, namun sesungguhnya Anda masih tersadar, dengan ditandai Anda masih mengingat beberapa hal yang terjadi ketika Anda tertidur. Hal ini dapat membuat Anda mengalami kelelahan ketika bangun keesokan harinya.
    

9. Menghambat metabolisme tubuh

    Diketahui bahwa ketika seseorang tertidur sesungguhnya di saat inilah metabolisme tubuh sedang bekerja dengan aktif. Oleh karena itu, bila seseorang terpapar radiasi ponsel atau bila tidur jadi tidak nyenyak, maka proses metabolisme tubuh akan terhambat, sehingga proses pencernaan makanan atau pun proses detoksifikasi racun di dalam tubuh juga ikut terganggu.

    Mengingat begitu banyaknya dampak negatif tidur di dekat ponsel, maka mulai saat ini Anda masing-masing dapat putuskan, apakah Anda akan tetap tidur di dekat ponsel Anda dengan resiko mengalami salah satu atau beberapa dampak yang telah disebutkan di atas, atau apakah Anda akan mulai menjauhkannya, sehingga tidur Anda dapat kembali nyenyak dan berkualitas, semua terserah kepada Anda. keluarga.com

8 perkataan yang mampu menjatuhkan mental anak dan ternyata sering kita lontarkan

21:08
Menjadi orang tua adalah sebuah amanah yang besar dari Tuhan. Ada tanggung jawab yang besar, termasuk dalam hal mendidik mereka. Meskipun mereka masih kecil, jangan pikir mereka tidak akan mengerti apa yang kita katakan. Lihat saja bagaimana seorang balita begitu cepat meniru apa yang dia lihat dan dia dengar dari orang-orang sekililingnya, terutama orangtuanya. Bukan hanya tingkah atau perbuatan kita, ternyata perkataan-perkataan kita pun dapat mendukung atau menjatuhkan mental anak. Nah, simak 8 hal yang sering kita kepada anak-anak kita yang ternyata berakibat menjatuhkan mental mereka:

1. "Ini kan gampang. Masa kamu tidak bisa?"

Jangan membanding-bandingkan dia dengan siapapun, termasuk Anda sendiri. Anak adalah pribadi yang unik. Mereka punya kekuatan dan kekurangannya masing-masing. Bila Anda sering membandingkan dia dengan saudara, teman atau Anda dan suami, dia akan tumbuh menjadi pribadi yang tidak percaya diri. Tidak sedikit anak yang benci pada orangtuanya karena sering membandingkan mereka dengan orang lain. Katakanlah, "Kamu pasti bisa. Ayo dicoba lagi, biar Mama ajarin ya."

2. "Kamu selalu ... " atau "Kamu tidak pernah ..."

Kalimat ini seringkali refleks terlontar ketika orangtua sedang marah pada anak. "Kamu memang tidak pernah dengerin Mama Papa." "Kamu selalu saja gak mau membereskan mainanmu." Hati-hati karena perkataan-perkataan ini dapat menjadi doa untuk anak Anda. perkataan-perkataan ini akan terekam di alam bawah sadar mereka dan akhirnya mereka akan tumbuh seperti apa yang Anda katakan. Bila Anda sering memarahinya seperti "Kamu gak pernah mau dengerin papa mama" maka dia akan terus seperti itu. Katakanlah "Kamu anak yang taat sama orangtua. Ayo, dengerin papa mama ya." Atau "Kamu kan anak yang rapi dan bertanggungjawab. Yuk mainannya diberesin dulu."

3. "Jangan menangis" atau "Tidak boleh menangis. Cengeng."

Perkataan ini sering diucapkan terutama ketika anak sedang rewel atau terjadi sesuatu padanya. Orangtua cenderung tidak sabar bila anak terus menangis sehingga melontarkan perkataan seperti ini. "Jangan nangis. Gak boleh cengeng." Padahal pasti ada alasan mengapa dia menangis. Tanyakan alasan mengapa dia menangis terlebih dahulu sehingga anak juga merasa bahwa dia aman dan dilindungi oleh orangtuanya. Bila Anda terus menerus menyuruh dia jangan menangis, tidak boleh cengeng, terutama kepada anak laki-laki, dia akan tumbuh menjadi pribadi yang keras dan tidak tersentuh. Menangis merupakan hal yang aneh, padahal menangis juga merupakan salah satu bentuk mengungkapkan perasaan lho.

4. "Jangan ganggu dulu. Mama sibuk."

Perkataan ini memang seringkali ampuh untuk menghentikan si kecil yang mencoba menarik perhatian Anda. Namun, tahukah Anda bahwa apa yang sampai di hati dan pikirannya adalah bahwa dia adalah pengganggu dan tidak berarti. Jangan heran bila kelak dia dewasa dia akan menganggap tidak ada gunanya berbicara pada orangtua. Katakanlah "Tunggu sebentar ya Nak. Mama selesaikan pekerjaan ini dulu ya." Dan bila Anda sudah selesai hampiri dia dan bertanyalah apa yang dia mau sampaikan tadi.

5. "Kamu jangan jorok kayak papa/mama"

Ini sama saja Anda sedang menjelekkan pasangan Anda di depan anak Anda sendiri.

6. "Bukan begitu caranya. Sini Mama saja"

Anda perlu ingat bahwa anak kecil terutama balita berbeda dengan orang dewasa. Mereka masih belajar menguasai banyak hal. Jadi, jangan memburu-buru dia dalam melakukan banyak hal. Dengan Anda berkata, "sini Mama saja" dia akan tumbuh menjadi anak yang suka kebingungan. Dia tidak mengerti bagaimana melakukan hal dengan benar karena terlalu sering diambil alih oleh orangtua. Sabarlah terhadap mereka. Bila Anda sedang buru-buru, bantulah dia sambil mengajarkan caranya yang benar. Misalnya balita Anda lama dalam memakai sepatunya, "yuk sini Mama bantu. Begini nih caranya. Lepasin pengaitnya dulu, masukkan kaki, lalu tempel lagi."

7. Pernyataan negatif tentang dirinya

"Kamu malas banget sih." "Kamu sudah gendut, jangan sering jajan." Perkataan-perkataan semacam ini, dapat membuat anak Anda sakit hati. Selain itu dia akan memercayai apa yang Anda katakan tentang dirinya. Bahwa dia pemalas, pelit, gendut, dll. Perkatakan perkataan yang positif untuk anak Anda. Berikanlah pujian untuk dirinya, namun jangan sampai berlebihan. Puji sikap dia bukan pada hasilnya. Misalnya, "Wah kamu pasti telah belajar giat makanya kamu bisa dapat nilai bagus." Ini akan membuat anak ingat bahwa karakter giat lebih penting daripada nilai yang bagus.

8. Terlalu banyak melarang

"Jangan." "tidak boleh" terlalu banyak larangan akan membuat anak Anda terbatas. Dia akan tumbuh menjadi pribadi yang tidak mandiri dan tidak percaya diri. Dia juga akan menjadi anak yang bingung, tidak dapat memutuskan sendiri. Batasan tentu penting apalagi bila membahayakan keselamatan anak Anda. Dampingi si penjelajah kecil Anda yang sedang belajar mengenali dunia sekitarnya. Berikan penjelasan mengapa Anda melarangnya.

"Be mindful when it comes to your words. A string of some that don't mean much to you, may stick with someone else for a lifetime." -Rachel Wolchin


sumber : Tri Maurita

Superfood yang dibutuhkan oleh tubuh

20:57
superfood-agregasiblog
Sistem pencernaan yang terjadi pada tubuh makhluk hidup merupakan proses yang dimulai dari masuknya makanan ke dalam tubuh, memecahnya menjadi bagian kecil nutrisi, sampai penyerapan ke dalam aliran darah dan proses pembersihan tubuh dari sisa pencernaan tersebut. Setiap energi yang didapat dari hasil pencernaan itulah yang memberikan tenaga bagi tubuh untuk melakukan berbagai macam aktivitas setiap harinya. Karena itu sangat penting bagi semua makhluk hidup khususnya manusia untuk selalu menjaga pencernaannya tetap sehat dan terjaga dengan baik. Pencernaan yang baik dapat selalu terjaga sangat tergantung dari pola dan jenis makanan yang kita konsumsi setiap harinya. Berbagai masalah kesehatan yang menyerang sistem pencernaan selalu disebabkan oleh buruknya pola makan yang diterapkan dan sering mengonsumsi makanan yang tidak sehat sangat berpotensi menimbulkan masalah-masalah dalam sistem pencernaan.

Banyak sekali jenis makanan yang dapat kita konsumsi guna menjaga kesehatan sistem pencernaan tetap dalam kondisi terbaiknya. Dengan kondisi sistem pencernaan yang baik tentu proses pengolahan makanan menjadi energi tubuh akan menjadi maksimal dan bermanfaat bagi kesehatan seluruh tubuh kita. Makanan-makanan tersebut adalah :

1. Pisang

Serat sangat dibutuhkan oleh sistem pencernaan, cukupnya serat dalam pencernaan akan membantu melancarkan proses cerna yang berlangsung di dalam saluran pencernaan. Kandungan serat yang kaya dalam buah pisang sangat baik bagi kebutuhan sistem pencernaan.

2. Alpukat

Buah alpukat mengandung banyak sekali lemak tak jenuh yang dapat menjaga kesehatan sistem pencernaan selain serat yang dimiliki olehnya.

3. Jahe

Teh jahe atau peppermint dapat membantu mengatasi berbagai masalah pencernaan dan membuatnya lebih sehat.

4. Yogurt

Kandungan bakteri baik yang dibutuhkan dalam proses pencernaan yang terkandung dalam yogurt dapat menjaga kesehatan sistem pencernaan yang tercemar oleh makanan yang kurang sehat.

5. Air putih

Meski sangat sederhana, ternyata air putih sangat membantu organ-organ pencernaan seperti usus dalam mengerjakan prosesnya dalam sistem pencernaan.

Selain 5 makanan di atas yang terbukti secara klinis mampu membantu menjaga sistem pencernaan dalam tubuh dengan baik, kita juga disarankan untuk selalu menjaga kesehatan tubuh yang juga turut berpengaruh pada kesehatan organ sistem pencernaan dengan cara berolahraga secara teratur untuk membakar kalori dan menurunkan tingkat kadar lemak tidak sehat di dalam tubuh. Berolahraga secara teratur juga terbukti memberikan efek baik bagi pola tidur dan membantu menghilangkan stres yang sangat berakibat buruk bagi kesehatan tubuh khususnya sistem pencernaan itu sendiri.

Dengan mengubah pola hidup menjadi lebih baik secara keseluruhan sebenarnya akan membuat semua bagian tubuh termasuk sistem pencernaan selalu bekerja dengan fungsi yang optimal. Sehingga berbagai masalah kesehatan yang dapat menyerang tubuh dan sistem pencernaan tubuh dapat dihindari. Dan dengan tubuh yang sehat tentu kita akan lebih dapat menikmati waktu yang kita miliki untuk melakukan hal-hal yang kita sukai baik itu sendirian maupun bersama dengan anggota keluarga tersayang. Sebab kesehatan yang tidak dijaga dengan baik akan membuat kita banyak melewatkan hal-hal menyenangkan yang dapat kita nikmati dalam menjalani kehidupan ini.


sumber : keluarga.com

Perwujudan Islamophobia

13:08
Perwujudan Islamophobia
Oleh Akmal Sjafril

Ada sebuah gejala sakit menahun yang menjangkiti Indonesia, negeri besar nan dipuja sebagai Zamrud Katulistiwa, yang mayoritas warga negaranya beragama Islam ini. Sebutlah penyakit itu: alergi Islam!  Manakala nama Islam disebut, kambuhlah alergi itu, dan mereka yang membawa penyakit ini dalam tubuhnya segera bersikap skeptis, mencibir, dan kemudian mencemooh. Penyakit ini sangat menular!

Dahulu, Prof. Rasjidi (Menteri Agama RI yang pertama) pernah mendapatkan sebuah pertanyaan yang telah menjebak banyak orang pada jamannya. Pertanyaan itu kurang lebihnya begini: mengapa negara-negara Islam miskin, sedangkan negara-negara Kristen itu kaya raya?

Mereka yang paham ilmu statistika dasar mestilah segera mempertanyakan ruang sampel yang dipergunakan. Sebab, jika ruang sampel untuk ‘negara-negara Islam’ itu adalah Bangladesh dan Somalia, maka wajar jika muncul kesimpulan (meski prematur) bahwa negara-negara Islam itu miskin.

Demikian juga jika ruang sampel untuk ‘negara-negara Kristen’ itu adalah Inggris, Amerika atau Kanada, maka memang bisa muncul kesimpulan bahwa negara-negara Kristen itu kaya.
Tapi jika ruang sampelnya adalah Brunei Darussalam dan Saudi Arabia untuk negara-negara Islam atau Yunani dan Papua Nugini untuk negara-negara Kristen, maka kita pun bisa membuat kesimpulan sebaliknya.

Beberapa dekade sejak jamannya Prof. Rasjidi, pertanyaan itu menjelma ke dalam bentuk lain: mengapa di Indonesia koruptornya kebanyakan Muslim?
Ini pun masalah statistik yang tidak berat-berat amat, namun toh mampu juga mempengaruhi alam pikiran sebagian orang yang terlampau naif.

Sebuah ilustrasi mungkin dibutuhkan di sini. Bayangkanlah Anda memiliki semangkuk kelereng berjumlah — katakanlah — 100 buah. Dari 100 buah kelereng itu, 85 di antaranya berwarna putih. Silakan aduk-aduk isinya, kemudian ambillah sembarang kelereng dengan mata tertutup. Warna apa yang Anda perolah?

Tentu saja hanya Tuhan yang tahu kelereng warna apa yang akan Anda peroleh. Tapi menurut statistik, sangat besar kemungkinan Anda  akan memperoleh kelereng berwarna putih. Tepatnya, prosentase kemungkinan didapatkannya kelereng putih itu adalah 85%.
Karena perbandingan antara kelereng putih dan bukan putih cukup jauh (85:15), maka kelereng putih praktis mendominasi dalam setiap prediksi.

Jika Anda tumpahkan mangkuk kelereng tadi, maka kemungkinan besar kelereng yang paling jauh menggelinding berwarna putih.
Jika isi mangkuk itu Anda lempar ke atas, maka kemungkinan besar kelereng yang akan membuat benjol kepala Anda adalah kelereng putih.
Anggaplah Anda malas membereskan kelereng yang sudah Anda tumpahkan itu. Jika kemudian ada yang terpeleset karena tak sengaja menginjak sebuah kelereng, maka yakinlah bahwa tersangka utamanya itu berwarna putih!

Surat kabar di Amerika, pada tahun 1945, mengidentikkan ‘Indonesia’ dengan umat Muslim. Karena itu, yang berjihad di Surabaya mereka sebut sebagai ‘moslem fanatics’ (muslim fanatik). Karena mayoritas Surat kabar di Amerika, pada tahun 1945, mengidentikkan ‘Indonesia’ dengan umat Muslim. Karena itu, yang berjihad di Surabaya mereka sebut sebagai ‘moslem fanatics’ (muslim fanatik). Karena mayoritas mutlak, wajar jika Indonesia diidentikkan dengan Islam.  Yang tidak wajar adalah yang mencoba memisahkan Indonesia dengan umat Muslim.

Oleh karena itu, memandang buruk umat Muslim Indonesia hanya karena koruptor di negeri ini kebanyakan Muslim juga adalah sebuah tindakan yang tidak adil, karena sama sekali tidak menggambarkan realita secara utuh.

Karena Muslim memang mayoritas mutlak di Indonesia, maka sangatlah masuk akal jika kebanyakan koruptor, pencuri, pembunuh dan pemerkosa di sini adalah Muslim.
Tapi sebaliknya, jika ada aksi penggalangan dana untuk korban musibah, kemungkinan besar penggeraknya juga Muslim.  Jika ada remaja yang menolong seorang nenek menyeberang jalan, sangat mungkin ia adalah remaja Muslim. Dan jika suatu hari Anda mengalami kecelakaan di jalan raya, jangan terlalu terkejut jika yang segera datang menolong Anda — baik pengguna jalan lain, polisi atau paramedis — ternyata adalah seorang Muslim.

Ada lagi bentuk gagal paham statistik yang lain.
Ada yang bertanya, mengapa di Indonesia pengajaran agama digelar dari pagi sampai sore, mulai dari sekolah sampai ke Masjid-masjid dan seluruh saluran televisi, namun masih muncul saja kasus-kasus yang memilukan bagi kemanusiaan?
Apakah dengan demikian dapat disimpulkan bahwa agama telah gagal membimbing manusia ke jalan yang benar?
Tentu saja masih ada hal yang mesti dijawab sebelum kita menghubungkan kedua hal tersebut. *

Apakah para pelaku kejahatan tersebut adalah mereka yang belajar agama dari pagi sampai sore?
Tentu tidaklah bijak ‘menghukum’ suatu kelompok atas tindakan kelompok yang lain.
Jika di antara mereka yang belajar agama dari pagi sampai sore itu muncul 1-2 bajingan, tidak bisa pula simpulkan bahwa pendidikan agama telah gagal, sebab kesimpulan gegabah semacam itu tidak dibenarkan oleh ilmu statistika.

Di samping itu, masih ada pertanyaan lainnya seperti: bagaimana kualitas pendidikan agamanya? Meskipun digelar dari pagi sampai sore, jika pendidikannya salah arah, maka wajar jika hasilnya jauh dari harapan.

Masih ada bentuk pertanyaan yang mirip-mirip, namun kesalahannya seputar wawasan atau logika, bukan statistika. Kelompok gagal paham yang ini mempertanyakan mengapa Indonesia yang penduduknya mayoritas Muslim masih saja dirundung masalah di segala lini.
Mungkin mereka lupa bahwa sejak diproklamasikannya Indonesia sampai detik ini, kaum sekuler terus mem-bully siapa saja yang membawa-bawa agama (terutama Islam) ke dalam ranah politik. Lebih ironis lagi jika mereka mencari-cari siapa gerangan yang melarang-larang penerapan Islam di ranah politik, sebab kemungkinan besar mereka akan menemukan nama dan wajah mereka sendiri atau pendahulunya.

Belakangan ini muncul jenis alergi yang lain lagi, yang disinyalir merupakan akibat dari terjangkit virus hasil mutasi dari virus-virus yang sebelumnya. Mereka sangat alergi kepada Islam dan Muslim, meski sebagian di antara mereka selalu mencantumkan “Islam” setiap kali menemukan kolom agama yang harus diisi.

Begitu parahnya penyakit mereka, sehingga setiap kali umat Muslim mewacanakan sesuatu akan dianggapnya sebagai ‘anti toleransi’, ‘tirani mayoritas’, atau apalah.
Jika ada yang khawatir dengan bahaya minuman keras (miras), dan kemudian mengusulkan agar miras dilarang saja, segeralah orang berteriak-teriak.
Keragaman terancam! Ini bukan negara agama! Jangan membuat aturan hanya berdasarkan Islam saja!

Padahal, miras membunuh siapa saja, baik yang Muslim maupun yang tidak, yang beragama maupun yang tidak, bahkan miras juga membunuh baik yang meminumnya maupun yang tidak beruntung karena kebetulan sedang berada di sekitar para pemabuk.
Ketika aturan-aturan ini dibakukan menjadi sebuah peraturan daerah, muncullah labelisasi ‘Perda Syari’at’.

Luar biasanya, begitu banyak yang takut akan syari’at, seolah-olah syari’at Islam itu identik dengan memenggal kepala, dan seolah-olah mereka yang paranoid ini merasa akan dipenggal semua.
Paranoia terhadap segala hal yang datangnya dari umat Muslim ini tentu sangat mengherankan. Sebab, sekali lagi, Islam adalah agama mayoritas di negeri ini.
Sudah barang tentu, Islam memberikan pengaruh pada cara berpikir umat Muslim. Berdasarkan statistik pula, karena mayoritas mutlak, maka sangat wajar jika berbagai wacana di negeri ini dipelopori oleh umat Muslim.

Apakah semua wacana itu akan terus diperlakukan secara diskriminatif hanya karena ia merupakan buah pemikiran umat Muslim?
Ataukah umat Muslim diwajibkan untuk tutup mulut dan menerima saja apa pun yang diperbuat orang terhadap negeri ini?
Jika Anda penasaran bagaimana caranya membangkitkan kebencian terhadap Islam di tengah-tengah masyarakat Barat (terutam

AS), maka buku “Islamophobia” karya Nathan Lean ini wajib dibaca. Versi bahasa Indonesia bisa Anda pesan melalui SMS/WA ke 0896-227-45-222.
Kebencian terhadap Islam sudah jauh meninggalkan logika.
Kurang lebih sama blundernya dengan berteriak-teriak menyatakan kebencian terhadap orang Minang di tengah keramaian di depan Jam Gadang, atau mengumandangkan kebencian rasis terhadap orang berkulit hitam di tengah-tengah pertandingan NBA.

Apa kebaikan yang bisa didapatkan dari kebencian semacam ini? Mengapa negeri ini harus terus diprovokasi untuk ribut? Tidak bisakah kita berdialog dengan akal sehat?

Dahulu, orang-orang sekuler mengklaim bahwa sekularisme dapat menempatkan semua agama pada tempat yang terhormat. Pada kenyataannya kini, Islam direndahkan sedemikian rupa, sehingga seolah-olah setiap hal yang datang dari ajaran Islam adalah sesuatu yang merugikan bangsa.

Jika benar demikian adanya, tentu Indonesia sudah hancur sejak lama. Sebab, sekali lagi, Islam adalah agama yang dianut oleh mayoritas negeri ini. Jika ada orang yang bilang warga Indonesia ramah-ramah, atau memuji toleransi masyarakatnya, atau pilihlah satu hal yang Anda sukai dari Indonesia, maka yakinlah bahwa kemungkinan besar ada andil umat Muslim dalam kebaikan itu.

Jika Anda mencintai Indonesia, maka ketahuilah bahwa yang paling banyak berkorban dan menumpahkan darahnya untuk negeri ini adalah umat Muslim.
Membenci Islam tidak ada bedanya dengan membenci Indonesia. Ini cuma masalah statistik!

*Penulis adalah Pendiri dari Sekolah Pemikiran Islam dan Indonesia Tanpa JIL

Kontroversi Jilbab "Cap Halal" ZOYA

09:09




ZOYA yang mengiklankan jilbab halal dan mengarahkan persepsi yang lain haram, mengecer-ecer logo MUI adalah kapitalis yang menjajakan agama, memanipulasi prinsip-prinsip syariah, berniaga dengan mencurangi dan membunuh karakter kompetitor dan menghina simbol-simbol agama. Dengan demikian dia yang haram dibeli. Itu fatwa, jika anda koq ya butuh fatwa sekadar untuk memilih kain.

Yang saya pahami seperti halnya perbuatan lain, berpakaian juga objek hukum sehingga memang ada kriteria halal-haram untuk dipakai. Jadi ini lebih menyoroti cara marketing yang tidak etis, sialnya berdampak pada istihza (mengolok-olok ajaran dan simbol agama) di masyarakat.

Zoya boleh mengajukan diri disertifikasi halal tapi tidak boleh menggunakannya sebagai alat marketing ketika kasusnya tidak signifikan di lapangan.

MUI juga kalau kasusnya tidak riil-riil banget, coba lebih dipikirkan lagi, lain kali tolak saja permintaan yang demikian. Kecuali kalau ada 2 fakta:

(1) Penggunaan metode emulsifier memang haram hukumnya (apakah ia berkonsekuensi pada najis, apakah jika ia najis ia tidak tersucikan dengan pencucian, dan apakah najis itu berkonsekuensi ia menjadi haram dipakai, kalau haram, haram yang bagaimana, haram dipakai untuk solat saja atau mutlak, dst).

(2) Dan kedua, dia memang terjadi banyak di lapangan sehingga kita bisa beranjak dari kaidah fiqh hukum asal pakaian secara dzati adalah halal (mubah) pindah ke kaidah ihtiyathan atau sadd dzariah?

Hukum asal sesuatu yang dunia (pakaian, makanan, pekerjaan) adalah mubah sampai ada dalil (indikasi, petunjuk, faktor, bukti) yang mengharamkan. Kapankah kaidah ini bergeser jadi kehati-hatian yang dengan demikian label halal MUI bisa menjadi alat bantu yang berguna untuk umat? Jika keumumannya batal atau diragukan. Misal:

1. Barang olahan yang berarti tidak lagi natural, misal makanan, pun ia bertingkat-tingkat misal makanan olahan yang dari luar negeri yang tidak menganut nilai-nilai yang sama dengan negeri muslim, tingkat kehati-hatian lebih tinggi daripada yang dari negeri muslim. Inipun ditimbang secara abstrak, bukan ilmu pasti.

2. Penyimpangan yang sudah banyak terjadi, sehingga menuntut kehati-hatian. Misal: analogi dengan bakso, tapi ketika kita sering dengar rumor bakso tikus otomatis kita lebih hati-hati.

(Priyo Djatmiko)

***

Zoya harus buktikan ada hijab yang haram.

Dalam kasus label halal pada produk Hijab milik Zoya, saya mengerti LPPOM MUI tidak bisa menolak perusahaan yang meminta uji halal pada produknya.

Tahun 2008 saya pernah mendampingi perusahaan Penjualan Langsung Berjenjang (PLB/MLM) yang meminta sertifikasi syariah menjadi "PLB Syariah" (PLBS). Waktu itu MUI belum mengeluarkan fatwa terkait PLBS. Demi memenuhi kebutuhan masyarakat soal maraknya praktek MLM yang tidak syar'i, Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI akhirnya melakukan pleno dengan tim ahli dan anggota Komisi Fatwa DSN MUI sampai akhirnya tahun 2009 DSN MUI mengeluarkan Fatwa No 75/DSN-MUI/VII tahun 2009.

Untuk kasus hijab halal Zoya, dalam sebuah artikel Zoya mengklaim jilbabnya halal karena menggunakan emulsifier tumbuhan sedangkan yang haram menggunakan emulsifier dari gelatin babi. Lalu mengajukan sertifikat halal untuk membedakan produknya halal.

Apakah jilbab yang mengandung gelatin babi ini memang banyak ditemukan sehingga Zoya berani mengkampanyekan "Yakin hijab yang kita gunakan halal?"

Pertanyaan kita sekarang, Zoya harus membuktikan adanya hijab yang menggunakan emulsifier dari gelatin babi.

(Irfan Noviandana)

*http://www.portalpiyungan.com/2016/02/kontroversi-jilab-cap-halal-zoya.html

"Wihdatuz Zhilli" Satuan HAMAS yang Menakutkan Israel

13:35
 

By: Nandang Burhanudin

(1) Dua hari lalu, HAMAS mengeluarkan release. Sebuah video, satuan HAMAS yang disebut "Wihdatuz Zhilli". (www.youtube.com/watch?v=doVt3hQsuh8)

(2) Kesatuan Bayang-bayang. Itulah kurang lebih artinya. Mengagetkan Israel, bahkan mengagetkan warga Palestina.

(3) "Wihdatuz Zhilli" sukses menculik Shalit, tentara Israel dan menjaganya selama 5 tahun tanpa pernah tercium Israel.

(4) Ternyata, Shalit si tentara Israel hidup tidak disembunyikan di bawah terowongan. Namun berada di atas permukaan tanah. Bebas bergerak hingga barbeque-an.

(5) "Wihdatuz Zhilli" juga yang sukses menembus perbatasan Israel, membunuh dan menawan 3 perwira menengah Israel di perang 2014 kemarin.

(6) Tidak perlu dikisahkan semua. Hanya saja. Israel semakin was-was, atas kemampuan HAMAS melatih dan mempersenjatai diri.

(7) Paling penting dari semua itu adalah: kemampuan membentuk SDM handal. Mampu bertempur di tempat sempit. Mampu hidup di bawah terowongan.

(7) HAMAS kini memiliki pasukan tempur; di darat, udara, laut, bahkan di bawah tanah. Pasukan bawah tanah ini tidak dimiliki militer reguler.

(8) HAMAS hadir mandiri. Di tengah himpitan, embargo, isolasi dunia. Di saat dunia Arab sibuk bertempur satu sama lain.

(9) 3 hari lalu. Israel dihebohkan dengan kemunculan penembak jitu (sniper) yang sukses merobohkan seorang tentara Israel di siang bolong.

(10) Anehnya. Si penembak jitu hilang begitu saja. Tanpa pernah ketahuan jejaknya. Allahu Akbar!

(11) Takbir manakah yang paling ditakuti Israel?!!

Apa yang Dilakukan LHI di Lapas Sukamiskin?

22:09

Berlian diletakkan dimanapun tetaplah berlian. Ungkapan ini bisa menggambarkan sosok gurunda ustadzuna Luthfi Hasan Ishaaq yang menjadikan penjara sebagai tempat menebar kebaikan.

Begitupan seperti ungkapan ulama Ibnu Taimiyah: “Apa yang dapat dilakukan oleh musuhku? Sesungguhnya surgaku ada di hatiku. Ke manapun aku pergi dia selalu bersamaku. Apabila aku dipenjara maka itu adalah khalwatku (tempat totalitas ibadah) dengan Allah, apabila aku dibunuh maka syahadah (kesyahidan) bagiku, dan apabila aku diusir maka itu merupakan syiyahah (perjalanan di jalan Allah).”
 
Berikut selengkapnya kiprah Ustadz alumni Gontor ini di penjara Sukamiskin Jawa Barat seperti dimuat di Kompasiana (31/12/2015:

Apa yang Dilakukan LHI di Lapas Sukamiskin?

Ingat kasus dugaan korupsi yang dituduhkan kepada Luthfi Hasan Ishaaq (LHI), mantan Presiden PKS, yang akhirnya menjebloskannya ke dalam penjara? Bagaimana kabar LHI saat ini setelah masuk “pesantren” Sukamiskin Bandung?

Setelah divonis, LHI dimasukkan ke dalam Lapas Kelas I Sukamiskin di tahun 2013. Lapas yang beralamat di Jl. AH Nasution no 114 Bandung itu menempati lahan berupa tanah dan bangunan seluas 54.730 m2 dengan daya tampung 522 tahanan. Banyak tahanan kasus korupsi yang berada di lapas ini, seperti Rudi Rubiandini, Anas Urbaningrum, Andi Malarangeng dan lain sebagainya.

Berbeda dengan politisi lainnya, LHI yang berlatar belakang aktivis dakwah langsung giat melakukan kegiatan spiritual bersama para napi lainnya sejak masuk di lingkungan Lapas pada Oktober 2013. Di Lapas Sukamiskin sudah ada tradisi obrolan atau diskusi selepas Subuh sejak sebelum LHI datang, namun kehadiran LHI memberikan energi dan spirit baru bagi peserta obrolan Subuh ini. Para penghuni Lapas, yang disebut dengan istilah Warga Binaan (Warna), menyebut LHI dengan sebutan Kyai atau Ustadz.

Obrolan selepas Subuh berakhir sampai jam 06.00, sekitar satu jam. Semula hanya tempat kongkow yang kurang terarah dan terprogram. Namun begitu LHI hadir, obrolan itu berubah menjadi Majelis Subuh yang hangat dan terprogram. LHI rutin memberikan tausiyah dan dilanjutkan dengan tanya jawab tentang berbagai persoalan kehidupan. Ada sangat banyak tema dialog yang ditanyakan kepada LHI dan mampu dijawab dengan baik sehingga memberikan kenyamanan kepada para peserta diskusi.

Pesertanya adalah para warna Lapas Sukamiskin, rutin sekitar limapuluh orang. Menurut Andi Alfian Malarangeng, Mantan Menteri Pemuda dan Olah Raga di era Pemerintahan SBY yang juga salah seorang warna Sukamiskin, forum Subuh ini “secara konten sangat bagus karena bekal keagamaan LHI sangat luas dan dalam, serta dijelaskan dengan sangat jelas. Memberikan solusi tanpa harus menyampaikan sesuatu yang bersifat dogmatis”.

Kegiatan ini berlangsung di salah satu pojok lapas yang kerap disebut sebagai “Palang”. Godot Sukampret, salah seorang penghuni Lapas Sukamiskin, menuturkan bangunan Lapas yang indah dengan bentuk trapesium. Persilangan blok bertingkat antara bagian utara – selatan dan barat – timur, titik sentralnya secara kultural disebut sebagai “Palang”.

Menurut Godot, “Palang itu bagai panggung di Broadway yang tidak pernah berhenti dari pentas kehidupan maupun kreativitas”. Godot juga mencatat, Palang adalah “sebuah persinggungan antara ujung cinta yang memberontak dan ujung ikhlas yang tak memberontak”. Di sinilah –menurut Godot—tempat yang paling asyik untuk diskusi, ngobrol, catur, bermain musik bahkan kegiatan resmi penjara.

Usai forum Subuh, banyak peserta yang tidak puas dengan terbatasnya waktu, sehingga minta tambahan waktu untuk konsultasi atau bertanya secara pribadi kepada LHI. Diskusi mereka ini direkam dan sekarang sudah dibukukan dengan judul “Suatu Subuh di Sukamiskin: Catatan Persaudaraan Majlis Shalat Subuh Penghuni Lapas”. Buku setebal 182 halaman itu diterbitkan oleh DMN Publishing mendapatkan Kata Pengantar dari Ketua KPLP Sukamiskin, Heru Trisulistiono.

Mahfudi Husodo, salah seorang warna yang aktif merekam dan mencatat materi obrolan Subuh bersama LHI menceritakan, betapa antusias para warna terhadap forum itu. Beberapa orang meminta kepada dirinya untuk menyampaikan pertanyaan kepada LHI agar dijawab dalam Majelis Subuh keesokan harinya. Bahkan ada peserta Majelis Subuh yang beberapa hari tidak bisa hadir karena sakit, setelah sembuh langsung menemui Mahfudi untuk meminjam rekaman dan catatan karena tidak ingin ketinggalan tausiyah rutin LHI.

Menurut Prof. Rudi Rubiandini, mantan Wakil Menteri ESDM dan Ketua SKK Migas di zaman pemerintahan SBY, salah seorang Warna Sukamiskin, forum Subuh ini banyak memberikan solusi. “Hal-hal yang selama ini kita tidak kenal, bukan hanya masalah agama, tapi masalah kehidupan keseharian, dalam pengalaman yang mereka ceritakan, tidak perlu menanyakan, tapi pertanyaan itu ilmu baru bagi kita. Jadi dari segala sisi kita melihat. Di sini kita saling membuka hati, saling menyampaikan uneg-uneg, kalau ada solusi saling memberi solusi”.

LHI juga memiliki kebiasaan khas, selepas Subuh berkeliling mengunjungi warna Sukamiskin yang sedang sakit, atau mengirimkan sarapan kepada warna yang baru datang. LHI juga dikenal sebagai warna Sukamiskin yang paling banyak dikunjungi tamu dan terbiasa menjamu tamu dengan makanan ala penjara. Hal-hal sederhana seperti ini membuat LHI dikenal oleh seluruh penghuni Lapas Sukamiskin, dan dijadikan sebagai rujukan dalam berbagai urusan. (jogojagad)

Sumber: http://www.kompasiana.com/jogojagad/apa-yang-dilakukan-lhi-di-lapas-sukamiskin_568484cf4ef9fd1911629892

Hari Ini, Tahun 1492, Adzan Terakhir Berkumandang di Bumi Andalusia

19:56
Tepat sholat Isya, pada malam 2 Januari 1492 M, di menara masjid Bayazin Granada inilah untuk terakhir kalinya azan di kumandangkan secara lantang di bumi Andalusia.

Kilas Balik

Pada tahun 711 M, umat Islam mulai memasuki semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal sekarang). Dengan misi mengakhiri kekuasaan tiran, Raja Roderick. Umat Islam di bawak kepemimpinan Thariq bin Ziyad menyeberangi lautan yang memisahkan Maroko dan daratan Spanyol. Tujuh tahun kemudian, sebagian besar wilayah semenanjung Iberia (Andalusia) berhasil diduduki oleh umat Islam. Dan kekuasaan tersebut berlanjut selama lebih dari 700 tahun.

Pada tahun 900-an M, Islam mencapai puncak kejayaannya di tanah Andalusia. Lebih dari 5 juta muslim tinggal di daerah tersebut, dengan prosentase mencapai 80% penduduk. Kerajaan yang kuat kala itu, Dinasti Umayah II menjadi penguasa tunggal di daerah tersebut dan menjadi kerajaan yang paling maju dan paling stabil kondisi sosialnya di daratan Eropa.

Granada dibawah kekuasaan Islam saat itu merupakan kota yang bersinar terang karena kemilau cahaya kemajuan ilmu pengetahuan ketika kota-kota besar lain di Eropa masih terkungkung dengan kegelapan.

Namun, masa keemasan sosial dan politik ini tidaklah abadi. Pada tahun 1000-an M, kerajaan Andalusia ini runtuh dan terpecah-pecah menjadi beberapa negara kecil yang disebut tha-ifah.

Satu per satu thaifah jatuh oleh kerajaan Kristen Eropa. Dimulai dari tahun 1000-an hingga 1200-an, kota-kota utama semisal Cordoba, Sevilla, Toledo bergiliran dikuasai. Dan hanya menyisakan Granada.

Pada era tersebut, tahun 1200-an, Granada sempat berhasil menghindarkan diri dari penaklukkan kerajaan-kerajaan Eropa. Setelah jatuhnya Kota Cordoba, Granada menyepakati perjanjian dengan Kerajaan Castile, salah satu kerajaan Kristen yang terkuat di Eropa. Perjanjian tersebut berisikan kesediaan dan ketundukan Granada dengan membayar upeti berupa emas kepada Kerajaan Castile setiap tahunnya. Timbal baliknya, Castile menjamin independensi Granada dalam urusan dalam negeri mereka dan lepas dari ancaman invasi Castile.

Selain membayar upeti, faktor lain yang membantu Granada terhindar dari penklukkaan adalah letak geografisnya. Kerajaan ini terletak di kaki pegunungan Sierra Nevada yang menjadi benteng alami melindungi kerajaan dari invasi pihak-pihak luar.


(Pegunungan Sierra Nevada yang menjadi benteng alami Kerajaan Granada)

Granada Tak Bisa Menghindari Takdirnya

Selama lebih dari 250 tahun, Granada tetap tunduk kepada Castile dengan membayar upeti. Namun dikelilingi oleh kerajaan-kerajaan Kristen yang tidak bersahabat tetap saja membuat Granada dalam keadaan terancam. Mereka tidak pernah aman dari ancaman penaklukkan.

Suratan takdir tentang keruntuhan Granada pun dimulai, ketika Raja Ferdinand dari Aragon menikah dengan Putri Isabella dari Castile. Pernikahan ini menyatukan dua kerajaan terkuat di semenanjung Iberia yang merajut cita-cita yang satu, menaklukkan Granada dan menghapus jejak-jejak Islam di benua biru.

Pada tahun 1491, Granada dikepung oleh pasukan-pasukan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Dari menara istananya, Sultan Muhammad melihat pasukan Kristen dalam jumlah yang besar telah mengepung dan bersiap menyerang Granada. Sultan Muhammad pun dipaksa untuk menandatangani surat penyerahan Granada kepada pasukan sekutu Kristen. Peristiwa ini terjadi pada November 1491.

Pada tanggal 2 Januari 1492, pasukan Kristen memasuki Kota Granada. Pasukan-pasukan ini memasuki istana Alhambra, mereka memasang bendera-bendera dan simbol-simbol kerajaan Kristen Eropa di dinding-dinding istana sebagai tanda kemenangan, dan di menara tertinggi istana Alhambra mereka pancangkan bendera salib agar rakyat Granada mengetahui siapa penguasa mereka sekarang. Keadaan saat itu benar-benar mencekam, rakyat muslim Granada tidak berani keluar dari rumah-rumah mereka dan jalanan pun lengang dari hiruk pikuk manusia. Umat Islam hanya punya dua pilihan: masuk Kristen atau dibunuh.

Tepat sholat Isya, pada malam 2 Januari 1492 M, di menara masjid Bayazin Granada inilah untuk terakhir kalinya azan di kumandangkan secara lantang di bumi Andalusia.

Itulah akhir dari peradaban Islam di Spanyol yang telah berlangsung lebih dari tujuh abad lamanya. Cahaya Islam menghilang dari daratan tersebut dengan terusir dan tewasnya umat Islam di sana, kemudian diganti dengan pendatang-pendatang Kristen yang menempati wilayah tersebut.

*Sumber: lostislamichistory.com, kisahmuslim, fb

Tahun Baru? Hati-hati Dengan Terompet, Jangan Pertaruhkan Kesehatan Anda

08:27

Hati-hati dengan terompet yaa...

Tahukah Anda...??? Ini Bahaya Terompet...

Sebentar lagi banyak diantara saudara-saudara kita, anak-anak kita, dan hampir seluruh penduduk bumi ikut merayakan tahun baru dengan berbagai macam cara:

Salah satunya terompet.

Seperti kita ketahui bersama bahwa sebatang terompet pasti telah melalui berbagai uji mulut:
- uji mulut pembuatnya
- uji mulut penjualnya
- uji mulut (mungkin) para calon pembeli yang sekedar pilih-pilih

Bisa jadi mereka mengidap kanker mulut, kanker lidah, kanker darah, hepatitis, penyakit-penyakit menular yang lain atau bahkan mengidap virus HIV/Aids!

Bayangkanlah betapa cepatnya penyabaran 'virus' yang tak terlihat mata itu, betapa mengerikan efek jangka panjang yang ditimbulkan oleh sebatang terompet...

Apakah demi "tradisi tiup terompet" anda rela mempertaruhkan kesehatan anda dan orang-orang tercinta?

Info ini penting, dengan niat sebagai amal kebajikan.

Sebarkan demi kebaikan kita semua.

___
Sumber: WA, sosial media
piyungan

Raup rupiah dari smartphone

08:18

Teruntuk yang suka utak atik smartphone, yang hobi chatting, browsing. Kini ada aplikasi yang bisa sedikit membantu permasalahan tersedianya stok pulsa Anda. Dengan aplikasi ini Anda bisa ngisi pulsa gratis hampir tiap 2 (dua) atau 3 (tiga) hari sekali.

Silakan coba dan buktikan, saya sudah membuktikannya

Dapat cash lewat lockscreen hp?
★EVENT AKHIR TAHUN★ Download via referral link untuk mendapatkan Rp 1000 langsung!
Flash Cash: 17 Des 15:17 WIB (Rp 517) (Total Cash-ku Rp 69.156) https://invite.cashtree.id/22hhmv

Monggo unduh aplikasinya lewat link diatas,gratis tis tiss

Generasi Bahagia itu Adalah Generasi Kelahiran 1970-1996

16:04
1. Kami adalah generasi terakhir yang masih bermain di halaman rumah yang luas. 
 
Kami berlari dan bersembunyi penuh canda-tawa dan persahabatan. main Petak Umpet, Boy-boyan, Gobag sodor, Betengan, Lompat tali, Masak-masakan, Sobyong, jamuran, ngejar layangan putus sambil lari-lari, maen putri-putri Melati tanpa peringatan dari Bapak Ibu.
Kami bisa memanfaatkan gelang karet, isi sawo, kulit jeruk, batre bekas, sogok telik menjadi permainan yang mengasyikkan.  
 
 
2. Kami generasi yang ngantri di wartel dari jam 5 pagi, berkirim surat dan menanti surat balasan dengan penuh rasa rindu, dan berkirim salam lewat penyiar radio. 
 
 
 
 3. Kamilah generasi yang SD nya merasakan papan tulis berwarna hitam.
  
 
Kamilah generasi yang SMP dan SMA nya masih pakai papan tulis hitam dan kapur putih.
 

4. Generasi yang masih pakai pensil dan rautan yang ada kaca di salah satunya.

 
 
 Kadang kacanya kita lepas dan kita pake buat ngusili temen cewek.
 

5. Generasi yang sering mencuri pandang teman sekolah yang kita naksir, kirim salam buat dia lewat temannya dan menyelipkan surat cinta di laci mejanya. 



6. Generasi yang meja sekolahnya penuh dengan coretan kejujuran kami melalui tulisan Tip-X putih.


7. Kami adalah generasi yang merasakan awal mula teknologi gadget komunikasi seperti pager, Komputer Pentium jangkrik 486 dan betapa canggihnya Pentium 1 66Mhz.

 


8. Kami generasi yang sangat bangga kalau memegang Disket kapasitas 1.44Mb dan paham sedikit perintah Dos dengan mengetik copy, del, md, dir/w/p. 


9. Kami adalah generasi yang memakai MIRC untuk chatting dan Searching memakai Yahoo.

10. Generasi kami jugalah yang tahu dan paham benar apa itu "TAMAGOTCHI", permainan super canggih di masanya yang lebih keren dari COC karena tanpa kuota Internetpun game ini bisa dimainkan dengan greget dan asyiiiik.. 

11. Generasi kami lah yang merekam lagu dari siaran radio ke pita kaset tape, yang menulis lirik dengan cara play-pause-rewind, dan memanfaatkan pensil untuk menggulung pita kaset yang macet, kirim kirim salam sama temen-temen lewat siaran radio saling sindir dan bla bla bla. 

12. Kami adalah generasi penikmat awal Walkman dan mengenal apa itu Laserdisc, VHS.


13. Di Generasi kami pulalah hari minggu adalah waktunya bioskop "Home Theater" di rumah, karena acara televisi full dengan film" kartun.


Tidak seperti sekarang yang kebanyakan FTV remaja yang pacaran, dan program-program lain yang tak mendidik yang juga entah kenapa diluluskan sensor oleh KPI (Komisi Penyiaran Indonesia).

14. Kami tumbuh diantara para legenda cinta seperti Kla Project, Dewa 19, Padi.

Kami masih tak malu menyanyikan lagu Sheila on 7, dan selalu tanpa sadar ikut bersenandung ketika mendengar lagu: mungkin aku bukan pujangga, yg pandai merangkai kata.

15. Kami generasi bersepatu Eagle dan rela nyeker berangkat sekolah tanpa sepatu kalau sedang hujan.

16. Generasi kami juga yang ngumpulin bungkus permen dengan sayembara harus lengkap bertuliskan "YOSAN" yang entah kemana huruf "N" nya.

Banyak-banyakan kumpulin TAZOS menjadi hal keren dan sangar di era itu.

17. Kami adalah generasi yang bebas.

Bebas dari sakit leher karena kebanyakan melihat ponsel.
Bebas manjat tembok stadion
Bebas mandi di kali disungai dll.
Bebas manggil teman sekolah dengan nama bapaknya.
Bebas bertanggung jawab.

18. Sebagai anak bangsa Indonesia, kami hafal Pancasila, Nyanyian Indonesia Raya, Maju Tak gentar, Teks proklamasi, Sumpah Pemuda, nama-nama para Menteri Kabinet Pembangunan IV dan Dasadarma Pramuka dan nama-nama seluruh provinsi di Indonesia. 

Kini disaat kalian sedang sibuk-sibuknya belajar dengan kurikulum yang njelimet, kami asik-asikan mengatur waktu untuk selalu bisa ngumpul reunian dengan generasi kami.
Betapa bahagianya generasi kami
Maaf adik-adik, kalian belajar yang keras ya untuk mendapatkan kebahagian cara kalian sendiri.
Salam sayang dari kami.

Yuk mari ramai-ramai sebarkan postingan ini dan tag kawan-kawan masa kecilmu agar mereka semua tahu betapa bahagianya masa-masa kecil yang kita lewaaatii bersama.
SHARE dan HITS agar pahala menebar kebaikan ini juga anda dapatkan..
Semoga menghibur & bermanfaat ya.

sumber : http://keepo.me/kota-kita-channel/generasi-bahagia-itu-adalah-generasi-kelahiran-1970-1996-dengan-segala-hal-ini





Turki, Dan Barang Buruan Raja Salman

21:58
Pada beberapa hari yang lalu (15-16 November 2015) baru saja terjadi pertemuan puncak negara-negara G20 yang dilaksanakan di kota Antalya-Turki yang diikuti oleh 20 pemimpin negara-negara besar dunia termasuk Pemimpin Saudi Arabia, Raja Salman Bin Abdul Aziz yang mana waktu itu beliau bersikukuh untuk berbelanja ke salah satu toko di kota Antalya setelah pertemuan G20 selesai.

Benar saja, Raja Salman -dengan diikuti oleh para delegasi Saudi lainnya- masuk ke salah satu toko yang khusus berjualan souvenir.

Setelah memasuki toko tersebut, Sang Raja mengitari toko tersebut dan kelihatannya sangat senang dengan barang-barang yang dipajang disana. Namun Sang Raja tidak tertarik untuk membeli apa-apa kecuali hanya satu barang saja, yaitu sebuah kerajinan tangan yang terbuat dari kayu berlapis tembaga bergambar Bintang dan Bulan Sabit. Sebuah karya yang kembali mengingatkan kita semua masa kejayaan Imperium Agung Adidaya Kekhilafahan Islam Otoman yang menguasai hampir seluruh peta dunia kala itu.


Demikianlah, seperti yang diceritakan oleh pemilik toko souvenir, Murad Oolac, "Harga souvenir yang beliau beli cuma 350 dolar saja. Pada awalnya, ketika kami melihat beliau mengitari toko dan sangat senang dengan barang-barang pajangan kami, kami kira beliau akan memborong banyak souvenir dan membelanjakan banyak uang, namun perkiraan kami salah, dan beliau tidak membeli apapaun kecuali kerajinan tangan yang bergambar Bintang dan Bulan Sabit itu." Seperti yang dinukil situs shasha.ps, Selasa (24/11).

Sumber: http://www.shasha.ps/news/172218.html
Terj: Syafruddin Ramly
(fb: Sahabat Erdogan)

Semua sudah ada takarannya

12:33

Jodoh, rejeki, sudah ada catatannya di lauhul mahfudz, tinggal kita mau dengan cara yg halal atau haram untuk Meraihnya; hasilnya juga tetap sama, yang beda adalah pada rasa dan berkahnya. Jadi bebas Anda mau pilih cara yang mana. 

Orang Jepang Naik Haji, “Subarashi..! Subarashi..!” (“Luar Biasa! Luar Biasa!”)

12:05
 
“Subarashi..! Subarashi..!” atau “Luar Biasa.! Luar Biasa!”, itulah yang ber-ulangkali diucapkan oleh Omar-san, orang Jepang dalam kloter haji kami.

Kalimat itu diucapkannya saat melihat Ka’bah.
Bersama dengan Omar-san, ada 10 orang Jepang lain yang ikut haji tahun ini dari kloter haji embarkasi Jepang.

Bagi Omar-san, yang baru memeluk Islam 3 tahun lalu, ini adalah kali pertamanya naik haji. Ia begitu kagum dan terkesima dengan masif-nya jumlah jamaah haji dari berbagai penjuru dunia yang datang saat bersamaan dan melakukan ritual haji yang sama.

Ada satu kekuatan besar yang mampu membawa berjuta-juta orang secara sukarela datang ke tanah suci. Hal itulah yang membuatnya terpana di depan Ka’bah.

Berangkat haji bersama orang Jepang menarik. Bagaimana tidak, selama tinggal di Jepang, saya jarang melihat orang Jepang yang beragama Islam (ataupun beragama lainnya, Kristen atau Yahudi). Kebanyakan tidak memilih agama tertentu, mereka kebanyakan menganut ajaran Shinto yang lebih bersifat budaya ketimbang agama.

Sehari-hari, sebenarnya orang Jepang sudah berperilaku lebih dari orang beragama. Mereka sangat santun, sabar, bersih, tekun, disiplin, dan tertib dalam ber-masyarakat. Semua ajaran agama yang menganjurkan kebaikan dan perilaku terpuji telah mereka terapkan tanpa harus memeluk suatu agama tertentu. Hal ini bisa dilihat dalam kehidupan sehari-hari.

Agama, datang ke dunia untuk memperbaiki akhlak, atau perilaku manusia. Sayapun bertanya pada Omar-san, apabila akhlak di masyarakat sudah baik, masih perlukah orang Jepang memeluk agama?

Menurutnya, Jepang memang sebuah masyarakat yang tertata baik dan aplikatif dari ajaran "agama-nya". Namun pada ujungnya, manusia tetap membutuhkan tambatan hati. Sebuah oase tempat mengadu dalam keadaan sendiri, baik suka maupun duka. Sebuah tautan kala sedang dirundung beragam masalah dan tekanan dunia.

Tanpa agama, berbagai pelarian dicari oleh orang Jepang untuk mencari ketenangan hati. Jadi., menurut Omar san, orang Jepang masih memerlukan agama.

Hal itulah yang melatarbelakangi Omar-san untuk memeluk agama. Ia mengatakan bahwa setelah beragama, ia menemukan ketenangan hati dan kedamaian jiwa. Meski demikian, banyak orang yang bertanya padanya, tidakkah sulit menjadi Islam di Jepang?

Permasalahan bagi orang Jepang dalam memeluk Islam bukan pada ideologi, namun pada urusan praktikalitas ritual.

Menjalankan ibadah sholat sebanyak 5 kali sehari, puasa sebulan, dan melaksanakan haji, adalah aktivitas yang sangat sulit dalam lingkungan orang Jepang.

Bangsa Jepang adalah pekerja keras. Bekerja di perusahaan Jepang misalnya, sulit mendapat dispensasi ijin sholat pada waktunya, apalagi cuti ibadah haji. Nyaris mustahil untuk dikabulkan. Belum lagi soal pilihan makanan halal yang amat jarang di Jepang.

Namun berbeda dengan barat yang memiliki prejudice tentang Islam, di Jepang pandangan masyarakat tentang Islam tidak seburuk di barat. Bagi orang Jepang, agama apa saja dipandang baik, karena ajaran setiap agama adalah mengarah pada kebaikan. Oleh karena itu, Islam lebih gampang diterima banyak orang Jepang.

Omar-san sendiri beruntung. Ia adalah Presiden Direktur (Sachoo) sebuah perusahaan konstruksi milik sendiri. Perusahaannya tergolong besar di daerah Kasugai, Aichi-Ken, di sekitar kota Nagoya. Jadi., ia bisa mengatur praktik ritual agama, termasuk saat ia memutuskan naik haji bersama istrinya, yang juga orang Jepang.

Selain Omar-san ada Saif Takehito, diplomat Jepang di Kedutaan Besar Jepang di Dubai. Jago bahasa Arab dan ahli membaca Al Qur’an (saya saja sampai minder mendengar ia membaca Qur’an). Sementara yang lain-nya Muhammad Syarief seorang wirausaha tinggal di Tokyo.

Karakter dan kultur dari orang Jepang yang baik dan santun, tercermin saat menjalankan ibadah haji. Dalam kondisi apapun, mereka tetap diam dan sabar. Persis saat mereka menghadapi bencana alam Maret lalu.

Tekanan terbesar dari ibadah haji adalah soal kesabaran. Mulai dari kedatangan di Arab, prosesi ibadah, aktifitas sehari-hari, hingga kembali ke Jepang, ujian kesabaran silih berganti.

Banyak dari kita yang kadang lepas kontrol, lalu marah-marah dan malah beradu mulut dengan jamaah lain. Tapi saya melihat para jamaah haji dari Jepang memiliki kesabaran yang tinggi. Padahal mereka dihadapkan pada kondisi yang bertolak belakang dengan keadaan negaranya yang tertib dan teratur.

Suatu malam di Mina, terjadi kekacauan di maktab kami, saat kembali dari melempar jumrah, tenda kami dipindahkan pengelola. Akibatnya, barang-barang semua tercecer, bahkan ada yang kehilangan. Beberapa jamaah haji dari negara lain ada yang marah-marah dan menyalahkan panitia karena tidak menjaga barangnya dan bahkan sampai ingin menuntut ganti rugi.

Masya Allah! Mereka sampai harus ditenangkan oleh semua yang ada di tenda, “Sabar haji. Sabar. Istighfaar. This is Hajj...”. Baru-lah kemudian mereka mengucapkan istighfar dan meminta maaf karena menimbulkan kekacauan di tenda.

Sementara itu saya melihat Muhammad Syarief (jamaah haji Jepang) kehilangan sleeping bag-nya hanya celingak celinguk tapi diam saja tanpa protes dan mengeluh. Ia malah menggelar handuk dan tidur langsung di karpet dalam diam. Simpati jamaah di tenda kami-pun diarahkan pada dirinya. Kamipun meminjamkan-nya sleeping bag, memberinya obat dan makanan, serta menawarkan lokasi tidur yang nyaman. Semua jamaah simpati pada kesantunan orang Jepang ini.

Hal serupa saya juga perhatikan dari diri Saif Takehito. Suatu malam kita harus menunggu di Arafah hingga menjelang tengah malam. Saat itu ada kecelakaan bis sehingga semua jalan menuju Muzdalifah ditutup. Akibatnya bis rombongan kita tertunda keberangkatannya ke Muzdalifah. Banyak jamaah di kelompok kami yang beradu mulut dan berdebat. Mereka merasa harus tiba di Muzdalifah sebelum tengah malam dan melakukan sholat dua rakaat, sesuai sunah Nabi. Pimpinan rombongan mengatakan bahwa dalam kondisi darurat, sholat bisa dilaksanakan di Arafah. Tapi banyak jamaah yang tidak terima, perdebatanpun terjadi bahkan cenderung memanas.

Saif Takehito saya lihat hanya duduk saja di bawah pohon sambil berulangkali melafazkan nama-nama Allah (berdzikir).

Saat saya tanya bagaimana pendapatnya, Saif berkata yang terjadi di luar kehendak manusia, kita tak bisa berbuat apa. Semua kehendak Allah. Jadi janganlah kita saling berbantahan, kita harus bersabar dan ikuti perintah pimpinan kita.

Masya Allah, jadi malu oleh ucapan dari orang Jepang yang notabene baru memeluk Islam.

Meski orang Jepang dihadapkan pada suasana yang jauh berbeda dengan negerinya, mereka ternyata bisa memahami dan tetap sabar. Mereka tidak mengeluh dan menyalah-kan keadaan.

Hal tersebut memberi saya sebuah kesadaran, bahwa keber-agama-an bukan semata soal pengetahuan. Akhlak dan perilaku baik, terbentuk bukan saja dari pengetahuan, tapi lebih pada kebiasaan.

Orang Jepang sejak kecil sudah dibiasakan dan di-didik berbuat baik, sabar, dan memerhatikan kepentingan orang lain.

Di sekolah, di rumah, di masyarakat, ajaran dan yang dilihat sama. Sementara banyak orang beragama yang hanya diajarkan dan diminta menghafalkan cara berbuat baik dan sabar.

Itulah sebabnya dulu Nabi Muhammad Saw senantiasa berkata, “Biasakanlah berbuat baik., biasakanlah berbuat baik”. Bukan menghafal perbuatan baik, tapi membiasakan berbuat baik. Tentu tujuan-nya agar kita menjadi orang baik, yang sebaik-baiknya.

Semoga bermanfaat.

sumber : disini

"Semangat Anti Arab" | Oleh Musyafa Ahmad Rahim

08:56

Semangat Anti Arab

Belakangan ini ada suara-suara, dari sebagian kalangan, bahkan dari sebagian orang besar, yang menghembuskan semangat anti Arab.

Padahal, selama negeri kita ini masih bernama Indonesia, dengan Pancasila dan UUD 1945, tidak mungkin bangsa Indonesia dibuat menjadi anti Arab.

Sebab, kalo anti Arab, Pancasila bubar, UUD 45 bubar, bahkan rakyat pun bubar
Di dalam pancasila terdapat Arab: adil, ber-adab, ke-rakyat-an, hikmah, per-musyawarat-an, ke-adil-an, rakyat.

Dalam UUD 45 terdapat: berkat, rahmat, Allah, majlis, per-musyawarat-an, rakyat, dewan, per-wakil-an dan buanyak lagi

Jadi, anti Arab = anti Indonesia, anti NKRI bahkan.

Terlebih lagi, setiap lima tahun sekali, ada pemilu, pemilu untuk menentukan jatah jumlah kursi, dan perlu diketahui, kursi itu Al-Qur'an, Al-Qur'an itu Arab!!!

Kalo dah begini, jadi, apa sebenarnya agenda di balik anti Arab itu?


*Oleh Ustadz Musyafa Ahmad Rahim
dari wall fb 28/5/2015

Inspirasi dari Ridwan Kamil Untuk Partai Islam

09:27

Adalah wajar seorang kepala daerah yang dianggap sukses dijadikan inspirasi bahkan menjadi icon bagi partainya. Seperti yang pernah terjadi pada Jokowi dua tahun lalu, ia menjadi garansi bagi kader-kader PDIP yang bertarung di pilkada. Pemilihan gubernur di Jawa Barat, Sumatera Utara, Jawa Tengah, juga pemilihan walikota di beberapa daerah di Indonesia seperti di Padang, Tangerang, dll selalu menghadirkan bayang-bayang Jokowi.

Kini, setelah beberapa kebijakan yang tidak populis, gonjang-ganjing dunia hukum, serta kenaikan harga-harga barang, pesona Jokowi pun memudar. Rasanya tak ada lagi kader PDIP yang mendompleng nama Jokowi untuk bahan kampanyenya. Ironisnya itu terjadi saat Jokowi berhasil meraih pucuk pimpinan tertinggi di Indonesia.

Masih ada pemimpin yang sukses yang menjadi inspirasi itu. Sebut saja nama Risma, Ridwan Kamil (Kang Emil), Kang Aher, Irwan Prayitno, dan masih banyak lagi sebenarnya. Menarik untuk membahas Kang Emil sebagai sumber inspirasi bagi calon pemimpin dari kalangan aktivis Islam.

Kang Emil dekat dengan kalangan aktivis muslim. Kebijakan-kebijakannya pun membanggakan umat Islam. Jangankan miras, iklan rokok pun ia tekan. Kang Emil pun baru-baru ini meluncurkan kebijakan kredit untuk pengusaha kecil yang memerangi rentenir. Sosoknya dikenal sebagai arsitek masjid megah Al-Irsyad dan perancang apartemen untuk anak yatim. Sangat kontras bila dibandingkan dengan kepemimpinan gubernur provinsi tetangannya yang berniat melegalkan miras dan membangun apartemen untuk pelacuran.

Kang Emil menjadi inspirasi karena sosoknya beririsan dengan bonus demografi yang dialami Indonesia, di mana jumlah kaum muda di Indonesia menjadi mayoritas. Zaman di saat teknologi mengalami perkembangan yang sangat pesat ini memang sangat cocok ditaklukkan oleh kaum muda yang dinamis. Sifat energik yang dimiliki anak muda menjadi kelebihan untuk memimpin.

Kang Emil juga begitu memahami aspirasi kaum urban. Tak dipungkiri, peran sosial media begitu besar mengangkat namanya, termasuk di ajang pilkada. Ia menjadi bahan perbincangan di gawai-gawai (gadget) kaum urban. Ia dekat dengan komunitas-komunitas yang menjadi ciri bersosialisasi kaum urban. Dengan penuh charisma, ia buat warga Bandung bangga dengan kotanya. Alun-alun ditata rapi dan taman-taman dibangun. Ia aktif di sosial media, berdiskusi dan menyosialisasikan programnya secara terbuka, dan melemparkan candaan yang sesuai selera anak muda.

Kang Emil tentu tidak bisa diklaim oleh partai mana pun, karena ia tak terdaftar sebagai kader partai. Tetapi bagi kaum Islamis, sosok sepertinya lah yang diharapkan terduplikasi untuk mengambil alih kepemimpinan di daerah-daerah di Indonesia.

Indonesia memang haus sosok seperti Kang Emil. Yang akomodatif terhadap umat Islam, lahir dari representasi kaum yang menjadi bonus demografi di Indonesia (kaum muda), dan berpemikiran modern.

Ini menjadi pesan buat partai-partai Islam untuk memunculkan sosok muda yang dinamis, energik, berpikiran modern. Untuk di kota besar, ia harus memahami betul kehidupan kaum urban dan mampu memanjakan mereka dengan program-programnya.

Bukan berarti merendahkan sosok-sosok yang tidak lagi terbilang usia muda. Tetapi demand (kebutuhan) masyarakat terutama perkotaan di Indonesia saat ini terhadap sosok pemimpin muda memang sedang tinggi-tingginya. Maka, untuk partai Islam, berikanlah kesempatan untuk anak muda kalian!

*by Ghiroh Tsaqofy

Sumber: ISLAMEDIA

Regenerasi Partai Dakwah

09:27
 
Regenerasi Partai Dakwah

1. PKS menisbatkan dirinya sebagai Partai Dakwah dan juga Partai Kader

2. Sebagai Partai Dakwah dan juga Partai Kader, Kader adalah backbone (tulang punggung) organisasi

3. Kaderisasi merupakan hal yang asasi dalam menentukan keberlangsungan organisasi

4. Namun...kaderisasi tanpa regenerasi adalah sia-sia...

5. Apalagi kaderisasi tanpa regenerasi kepemimpinan adalah kegagalan

6. Partai Dakwah sampai pada titik krusial...dan menentukan...

7. Kepemimpinan Partai Dakwah dari 1998, 2005, 2010 di tingkat pusat adalah generasi yang sama...masih generasi pertama...

8. Kalau boleh sekedar menganalisa, partai dakwah memiliki 4 generasi...

Generasi pertama adalah generasi yg ikut tarbiyah era 1980-1990
Generasi kedua adalah generasi yg ikut tarbiyah era 1991-2000
Generasi ketiga adalah generasi yg ikut tarbiyah  2001-2010...
Generasi keempat adalah generasi yg ikut tarbiyah era 2011-skrg...

9. Kepemimpiman Partai Dakwah di tingkat Pusat bahkan wilayah ternyata masih di dominasi generasi pertama...

10. Artinya selama partai dakwah ini berdiri 17 tahun (1998-2015) belum ada regenerasi kepemimpinan...

11. Generasi kedua hanya sampai di tingkat cabang atau ranting...

12. Apalagi generasi ketiga dan keempat entah dimana terakomodir di struktur partai...

13. Kaderisasi jalan tapi tanpa regenerasi kepemimpinan adalah kemandekan...

14. Memang konsep kaderisasi partai dakwah tidak mengenal jenjang karir di partai...

15. Adanya jenjang tarbiyah..

16. Walau kadangkala jenjang tarbiyah tidak berbanding lurus dengan struktur kepartaian...

17. Karir politik di partai dakwah ditentukan oleh kapasitas tarbiyah seseorang...

18. Padahal dalam mengelola sebuah partai politik tidak cukup dengan kapasitas tarbiyah...

19. Diperlukan kapasitas lain dalam mengelola organisasi seperti partai politik ini

20. Kapasitas lain itu kadangkala belum terakomodir dalam manhaj tarbiyah...

21. Training-training kepartaian juga tidak terstruktur dengan baik...bahkan cenderung diabaikan...

22. Kader menjadi pengurus partai lebih banyak "learning by doing" dan "learning by accident" bukan "learning by plan"...

23. Karena sebagian kader Partai dakwah melek pendidikan dan melek politik, maka proses pengelolaan partai menjadi bagus...itu rizki dan barokah...

24. Namun untuk menghadapi tantangan ke depan partai dakwah harus sudah punya grand desain pengelolaan SDM...

25. Bukan hanya dari sisi tarbawiyah tetapi juga dari sisi skill lainnya yang menunjang kemampuan dalam mengelola partai politik...

26. Dan yang lebih utama adalah kedepan partai juga harus mempunyai konsep regenerasi kepemimpinan

27. Generasi pertama partai dakwah harus ikhlas dan qona'ah untuk memberikan kepercayaan kepada generasi kedua dan ketiga dalam mendominasi kepemimpinan partai ke depan...

28. Jangan terperangkap pada uqdah (trauma-trauma)..

29. Keberhasilan kaderisasi partai dakwah adalah ketika berhasil melakukan regenerasi kepemimpinan...

30. Kalau kepemimpinan partai 4L (Lo Lagi Lo Lagi) maka buat apa kita mengkader orang...

31. Kalau mengkader tapi tidak ada distribusi amanah yang jelas maka akan lebih banyak melahirkan penyakit dakwah daripada manfaat...

32. Siapkah partai dakwah ini melakukan regenerasi kepemimpinan? Kita tunggu saja...

*by @irfanenjo

500 Kader PKS Kabupaten Bogor Taklukkan Anak Gunung Halimun dalam 36 Jam

14:23

Tidak akan lari gunung dikejar, hilang kabut tampaklah dia. Peribahasa ini, tidak berlaku bagi para kader PKS kabupaten Bogor. Setinggi apapun, seberapa banyak anak gunung halimun, harus segera ditaklukkan.

Peribahasa yang artinya, hendaknya tidak terburu-buru dalam mengejar sesuatu yang sudah pasti, tidaklah menjadikan mereka, para kader PKS, santai ketika mendapat amanah untuk menaklukkan Gunung Halimun Salak, Sukabumi.

Setelah mendapat tugas untuk melakukan pendakian beberapa anak gunung, mereka segera mendapatkan berbagai pengarahan tentang bagaimana, bisa tetap bertahan hidup dari alam. Maka mereka dibekali dengan teori survival (bertahan hidup) di alam bebas.

Dengan resiko antara hidup dan mati, 50% banding 50%, artinya mereka harus bisa menyambung hidup dengan perbekalan yang paling minim. Ini dimaksudkan agar para kader bisa memanfaatkan hewan atau tumbuhan yang ada di belantara gunung untuk bisa bertahan hidup selama melakukan penjelajahan.

Dalam rangkaian Mukhoyam Menengah 1, sekitar 500 orang diharapkan bisa menakhlukkan Gunung Halimun paling lambat dalam waktu 36 jam. Maka, setelah persiapan dan pembekalan setengah hari pada Jum'at, 23 April 2015, mereka dengan sigap menyiapkan perlengkapan untuk survival dengan bekal yang seminimal mungkin.

Setelah mempersiapkan fisik, dengan beristirahat hingga pukul 02.00 dini hari, mereka akhirnya dilepas untuk melakukan longmarch dalam 50 regu. Mereka tak lupa membawa ponco (jas hujan) untuk bivak agar bisa istirahat di pos-pos peristirahatan agar tetap kuat untuk sampai ke titik finish.

Untuk perbelakan makanan, mereka hanya boleh membawa air secukupnya, yang diperoleh dari aliran sungai yang ada, serta tiga atau 5 butir kurma. Selebihnya mereka bisa mendapatkan air sungai selama perjalanan, atau makanan-makanan dari binatang serta tumbuhan yang bisa mereka makan.

Akhirnya setelah melewati 3 pos yang telah disipakan panitia, selama 36 jam melakukan penjelajahan, semua peserta berhasil menuntaskan perjalanan. Jalan yang penuh semak dan duri terlewati. Jalan licin yang penuh lumpur berhasil mereka gempur. Jalan yang naik turun berhasil mereka lewati dengan selamat.

Inti dari kegiatan ini sebenarnya adalah untuk mengimplementasikan nilai-nilai tarbawiyah yang diperoleh selama ini, yakni, tentang ketaatan, kedisiplinan, dan kewaspadaan.